Berita

Di Sumut, Ada 8 Petugas PPS yang Meninggal Akibat Kelelahan

FaseBerita.ID – Sejak pemungutan suara Pemilu Serentak pada tanggal 17 April lalu, hingga saat ini total 8 orang petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang meninggal di seluruh wilayah di Sumatera Utara.

Petugas yang meninggal terdiri dari berbagi usia, mulai dari usia 28 tahun hingga 54 tahun.

“Total ada 8 petugas PPS kita di Sumatera Utara yang meninggal dunia. Kami semua turut berduka cita atas meninggalnya para pahlawan demokrasi kita tersebut. Mereka sudah berjuang untuk berlangsungnya pesta demokrasi di Sumatera Utara,” ucap komisioner KPU Sumatera Utara, Mulia Banurea, Jumat (26/4).

Ditanya penyebab meninggalnya para petugas PPS tersebut, Mulia menyebutkan, akibat kelelahan.

“Rata-rata karena kelelahan, karena tingginya tingkat intensitas pekerjaan mereka di saat-saat penghitungan suara seperti ini,” ujarnya singkat.

Adapun nama-nama petugas PPS di Sumut yang meninggal dunia yakni, Zulkifli Salamuddin (45) dari TPS Medan Johor, Kota Medan, Eva Arnaz (35) dari TPS Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, Jalakon Sinaga dari TPS Berampu Kabupaten Dairi, Zainuddin Keliat (52) dari TPS Pancur Batu Kabupaten Deliserdang, Putra Sipayung (28) dari TPS Purba Kabupaten Simalungun, Sutrisno dari TPS Medan Selayang kota Medan, Uswatun Hasanah Harahap (30) dan Sayur Nasution dari TPS di Kabupaten Mandailing Natal.

Menanggapi kejadian itu, pengamat sosial politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Sohibul Ansor Siregar, mengatakan pemilu serentak belum layak diterapkan di Indonesia. Pasalnya, jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak, membuat jumlah surat suara yang harus dihitung juga banyak.

“Belum lagi surat suaranya ada 5 yang harus dihitung untuk tiap-tiap pemilih. Kita belum siap untuk itu,” ujar Sohibul.

Sohibul membenarkan, pelaksanaan pemilu secara serentak memang berdampak pada penghematan biaya.

“Tapi percuma juga kalau imbasnya seperti ini. Penghematan biaya itu penting, tapi keselamatan para petugas PPS lebih penting,” ujarnya.

iklan usi

1 2Laman berikutnya


Back to top button