Berita

Di Batubara, Belajar Daring Diperpanjang Hingga 22 Agustus

FaseBerita.ID –  Kegiatan belajar dari rumah (BDR) di Kabupaten Batubara, bagi pelajar mulai dari tingkat PAUD, SD hingga SMP diperpanjang sementara hingga tanggal 22 Agustus 2020 mendatang. Itu sebagaimana surat edaran nomor : 422.3/4588 tentang perpanjangan belajar dari rumah yang ditandatangani oleh bupati.

Dalam surat tersebut, Bupati Batubara mengintruksikan kepada penyelenggara PAUD dan Ka UPTD satuan pendidikan se Kabupaten Batubara agar melaksanakan kegiatan belajar mengajar diseluruh PAUD, SD dan SMP dilingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara dilaksanakan dengan belajar dari rumah (BDR) diperpanjang sampai dengan tanggal 22 Agustus 2020.

“Pelaksanaan belajar dari rumah ini dapat menggunakan pendekatan dalam jaringan (daring) Luring (luar jaringan) atau kombinasi keduanya disesuaikan dengan kondisi ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana satuan pendidikan,” demikian isi salah satu poin dalam petikan surat tersebut, Sabtu (8/8).

Sementara itu, proses belajar yang dilaksanakan dari rumah dapat melalui laman https://belajar.kemdikbud.go.id dilaksanakan sesuai dengan kondisi siswa yang memberikan pengalaman belajar yang bermakna, fokus pada pendidikan kecakapan hidup bagi siswa tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum.

Penyelenggaraan PAUD dan kepala satuan pendidikan tingkat SD, SMP di lingkungan pemerintah kabupaten Batubara wajib melakukan pemantauan kepada guru dan peserta didik secara berkesinambungan terhadap pelaksanaan belajar dari rumah ini.

Sementara itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Pendidikan untuk Semua, Rahmad Syaputra mengatakan banyak siswa yang terkendala mengikuti Belajar dari Rumah (BD). “Kendalanya beragam, mulai yang paling dominan sulit mengakses internet hingga tidak memiliki perangkat untuk mengakses,” ujarnya kepada wartawan.

Iapun mengakui masih banyak siswa di Kabupaten Batubara yang tidak memiliki gawai, laptop apalagi membeli kuota internet. Hal itu menyebabkan para pelajar kesulitan mengikuti pelajaran daring karena ketiadaan perangkat komunikasi.

SMKN 1 Rantauprapat Belajar Daring

Masa penyesuaian proses belajar mengajar di masa pandemi ini memaksa pihak sekolah harus putar otak untuk mensiasatinya.

Beragam persoalan terjadi mulai dari alat belajar daring (belajar online) semisal Hp Android ataupun Laptop maupun jaringan internet menjadi masalah utama yang harus di atasi.

Di tengah situasi ekonomi yang terbilang sulit, memaksa peserta didik harus belajar dengan fasilitas terbilang mahal, selain alat belajar, juga harus menyediakan jaringan internet.

“Biaya belajar lumayan lah pak, kita harus ada Android untuk belajar online dan harus ada paket data. Terasa juga di tengah situasi ekonomi yang terbilang sulit seperti saat ini,” ucap Diana, salah seorang wali murid.

Namun hal demikian harus disiasati dengan kebijakan sekolah sehingga proses belajar mengajar tetap lancar, Salah satunya SMK N 1 Rantau Utara, Kab. Labuhanbatu saat ini terapkan kebijakan tertentu sebagai upaya memaksimalkan proses belajar mengajar.

“Saat ini kita belajar daring dan terpantau lancar, kita siasati dengan kebijakan – kebijakan tertentu,” kata Kepala Sekolah SMK M 1 Rantau Utara, Sihad Ridwanto kepada wartawan, Minggu, (9/8/2020) pagi.

Kebijakan tersebut diambil bertujuan mengefesiensi proses belajar mengajar. Diterangkan Sihad, ada beberapa cara yang dilakukan dalam mewujudkannya.

“Peserta didik bisa belajar bersama temannya jika tidak memiliki Android, kemudian mengumpulkan tugas melalui Whatsapp, dan langsung ke Sekolah juga bisa jika tidak ada Android,” ungkap Sihad.

Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi murid yang ingin belajar di sekolah dengan keterbatasan keadaan dan menyediakan bantuan tenaga ITE dengan protokol kesehatan Covid 19.

“Bahkan kita juga fasilitasi peserta didik yang belajar di sekolah, artinya, peserta didik bisa belajar disekolah dibantu tenaga ITE kita, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan,” sebut Sihad.

Sihad berharap, Pandemi ini segera berakhir agar proses belajar mengajar kembali efektif, sebab, menurut Sihad, belajar dengan tatap muka adalah proses belajar mengajar yang efektif.

“Ya kita berharap semoga pandemi ini segera berakhir, agar semua kembali normal, dan proses belajar kembali efektif, karena belajar dengan tatap muka yang lebih efektif,” ujar Sihad. (per/zas)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button