Berita

Di Asahan Urus KTP Dipatok Rp100 Ribu

FaseBerita.ID – Seakan tidak takut dengan hukum, dua orang oknum petugas pelayanan Administrasi terpadu kecamatan simpang empat Asahan empat, Kabupaten Asahan, diduga melakukan pengutipan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada masyarakat yang dibandrol dengan besaran 100 Ribu rupiah per KTP.

Hal tersebut atas laporan Ml (21) salah seorang warga Sei Dua Hulu, Kabupaten Asahan, kepada wartawan, Kamis (13/8).

“Semalam saya ngurus  KTP bersama dua orang rekan saya Muklis dan Yunus di kantor camat kami Simpang Empat, petugasnya bilang kalau mau cepat siap KTP nya harus bayar Rp100 ribu, jadi karena kami tidak punya uang tiga ratus ribu, jadi petugasnya minta uang panjar, kami kasilah dulu uang panjarnya saya Rp30.000 ribu karena ketepatan uang saya hanya segitu, Mukhlis Rp30 ribu dan rekan saya satu lagi Yunus Rp50 ribu. Jadi kekurangannya dibayar pas KTP kami siap,” aku M kepada media ini.

“Tadi pas kami ambil KTP nya sudah siap. Mereka minta sisanya, kami bayar lah Rp190 Ribu lagi,” ungkapnya.

M mengaku sangat kecewa atas petugas pelayanan Administrasi terpadu Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan yang meminta uang Rp100 ribu Per KTP.

Menindak lanjuti laporan tersebut, beberapa wartawan melakukan konfirmasi langsung dengan mendatangi pelayanan administrasi terpadu Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan
tersebut.

Amatan wartawan pada saat di kantor camat tersebut, dua oknum petugas pelayanan administrasi terpadu Kecamatan Simpang Empat terkesan ketakutan. Saat ditanyai, salah satu oknum petugas pelayanan administrasi terpadu Kecamatan Simpang Empat inisial A membenarkan perbuatan mereka yang melakukan pengutipan uang sebesar Rp100 Ribu rupiah untuk pembuatan KTP dengan dalih untuk biaya makan dan transport petugas.

“Iya bang, uang itu untuk uang makan kami dan uang transport kami mengurus ke kantor Catatan Sipil Asahan,” terangnya.

Saat ditanyai tentang pungutan liar (Pungli) yang mereka lakukan apakah diketahui Armansyah selaku Camat Simpang Empat, oknum tersebut mengaku kalau camatnya tidak mengetahuinya.

Sementara itu Armansyah Camat Simpang Empat Saat di konfirmasi beberapa Wartawan, melalui via telpon genggamnya terkejut akan hal tersebut.

“Astagfirullah al’azim,saya tidak mengetahui hal pengutipan yang mereka lakukan, nanti kita jumpa langsung,” singkatnya sambil menutup telepon. (ck04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button