Berita

Di Asahan, Apotek Kehabisan Stok Masker

FaseBerita.ID – Beberapa apotek di kota Kisaran, dan seputar daerah Kabupaten Asahan kehabisan stok penjualan masker, bahkan sejak beberapa hari terakhir. Hal itu sejak Presiden RI, Joko WIdodo mengumumkan dua warga Negara Indonesia (WNI) di Depok terinfeksi virus Corona, atau COVID-19.

Salah seorang petugas apotek Jalan Cokroaminoto Kisaran, Putri mengaku stok masker sudah kosong sejak dua hari yang lalu. Hingga kini pihaknya belum mendapatkan kepastian pengiriman barang kembali dari pihak penyalur. “Masker merek sensi habis. Udah dari semalam,” katanya, Rabu (4/3).

Sebelum mewabahnya virus Corona, masker merek sensi dijual rata rata Rp 30 ribu per box dengan isi 50 buah. Namun setelah munculnya pemberitaan akan virus mematikan ini penjualannya naik berlipat ganda hingga Rp3 – 5 ribu per buah.

Hal serupa juga terjadi di Jalan Sisingamangaraja Kisaran. Bahkan pemilik toko memasang pengumuman di pintu masuk apotek tersebut yang bertulisan “masker kosong”. “Di sini kita sudah tidak menjual masker sejak hampir satu bulan yang lalu, karena stoknya sudah tidak ada,” kata Rini, petugas apotek.

Kelangkaan masker tersebut juga dikeluhkan oleh masyarakat seorang calon pembeli masker, Anton Panjaitan.

“Saya sudah masuk lima apotek di sekitar sini, tapi semuanya bilang sudah habis, enggak ada lagi maskernya,” kata Anton.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Asahan saat ini memiliki rumah sakit umum daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) yang mumpuni untuk menampung pasien manakala kejadian tersebut benar-benar ada. Direktur RSUD HAMS Kisaran dr Edy Iskandar beberapa waktu lalu saat dijumpai wartawan mengatakan bentuk antisipasi itu disebutkannya saat ini telah ada tenaga ahli serta tim khusus yang terbiasa menangani virus sejenis corona.

“Tenaga dan sumber daya dokter kita ada disini. Paling tidak itulah langkah awal sebagai persiapan jika andai sewaktu waktu penyebaran virus itu sampai ke Asahan,” ujarnya saat berbincang bersama wartawan beberapa waktu lalu.

Mengenai ruang isolasi khusus, di RSUD HAMS juga disebutkannya sudah tersedia untuk pasien dengan penyakit sebelum virus. “Kalau ruang isolasi khusus di rumah sakit ini sudah ada,” katanya.

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum ada mendapatkan laporan dan tanda tanda masyarakat atau pasien yang menunjukkan gejala terkena virus corona.“Mudah-mudahan tidak ada. Dan sampai sejauh ini memang belum diketemukan kasusnya di Asahan. Tapi kita tetap antisipasi juga,” ujarnya. (per/rah)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close