Berita

Desa Silogun di Perbatasan Sumut dan Sumbar

Terpencil, Puluhan Tahun Hidup Tanpa Aliran Listrik

FaseBerita.ID – Desa terpencil sering terlupakan menjadi prioritas pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana. Hal itu dirasakan warga Desa Silogun, di Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Hingga kini warga desa yang berada tepat di perbatasan antara Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat ini, selama puluhan tahun hidup tanpa aliran listrik.

Berkunjung ke Desa Silogun juga bukan mudah. Selain akses jalan yang belum memadai, juga harus melalui jurang yang terjal untuk sampai di sana. Dengan berjalan kaki, sejauh dua kilometer dari desa sebelumnya, Desa Limau Manis, kecamatan yang sama. Dan itu akses satu-satunya untuk sampai ke desa yang dikelilingi hutan pinus itu.

Selasa (24/12) kemarin, Muhammad Amru dan Ruly Paisal, aktivis lingkungan ini juga berkunjung ke sana. Mereka banyak mendapati kesenjangan sosial. Dari pembangunan hingga fasilitas listrik yang belum ada sama sekali. Itu pula yang kian menambah masyarakat desa itu sulit mengakses dunia luar.

Ada puluhan anak-anak usia pelajar dari 22 kepala keluarga di sini, yang juga mengaku dalam mengakses pendidikan harus ke desa seberang. Pun demikian kurang leluasa saat belajar di rumah, mesti dengan dukungan lampu teplok apabila sampai malam hari.

Desa Silogun berada di perbatasan Provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kecamatan Rao. Dengan jumlah 22 Kepala Keluarga dan letaknya dikelilingi pegunungan dan Aliran sungai.

“Tiba di desa ini, kami juga langsung mendengar keluh kesah adik-adik yang betapa menginginkan belajar dengan penerangan listrik,” kata Ruly dan Amru yang juga merupakan putra daerah ini.

Tanpa aliran listrik juga membuat masyarakat sulit untuk menggerakkan roda perekonomian desa yang umumnya dari hasil perkebunan. Begitu juga pada persoalan akses kesehatan.

Ketika salah seorang warga di sini mengalami sakit, warga akan sangat kewalahan bahkan sampai ada yang tidak bisa diselamatkan, karena akses jalan tadi yang belum memadai. Seperti diungkapkan Raden Saleh, salah seorang warga.

Warga di sini sangat berharap, beberapa fasilitas ini bisa dibangun ke sini. Mereka juga sudah berulangkali menyampaikannya agar itu terwujud.

Amru dan Ruly pun berharap, Pemerintah Daerah dan PLN segera memperhatikan desa ini, demi keadilan sosial dan hak hidup yang layak bagi seluruh anak bangsa. Dan mereka pun mendesak Pemerintah Daerah untuk lebih peka terhadap keluhan rakyatnya.

“Juga terjun langsung ke lokasi tersebut, agar bisa memperhatikannya. Bukankah pemimpin begitu seharusnya, mengetahui betul seluruh rakyatnya. Dan, kepada PLN Sumut kami berharap cepat bergerak agar adik-adik lebih merdeka belajar dan mendapat akses pendidikan,” pungkas aktivis banyak berkecimpung di Kota Padangsidimpuan ini. (san)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close