Berita

Denda Rp100 Ribu buat Pelanggar Protokol Kesehatan

FaseBerita.ID – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menegaskan, masyarakat di Sumater Utara (Sumut), siapapun dia tanpa terkecuali, siap-siap didenda Rp100 ribu jika melanggar protokol kesehatan. Protokol kesehatan dimaksud yakni, selalu pakai masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin cuci tangan, jaga jarak dan jangan membuat kerumunan (harus hindari keramaian).

Hal itu disampaikan Gubernur Edy, usai menyaksikan penandatanganan MoU Percepatan Penanganan Covid-19 antara Wali Kota Medan, Wali Kota Binjai dan Bupati Deliserdang, di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Jumat (14/8) lalu.

Dijelaskan Edy, denda Rp100 ribu tersebut merupakan tahap akhir sanksi jika dalam sanksi pertama teguran lisan dan sanksi kedua teguran tertulis, tidak diindahkan masyarakat.

“Kepastian reward dan punishment kepada masyarakat yang melanggar, apa-apa yang sudah diedukasi dan disosialisasikan. Yang pertama adalah teguran lisan, yang kedua adalah teguran tertulis, yang ketiga adalah denda berupa finansial,” jelas Edy.

Nantinya uang denda tersebut disimpan dalam rekening Bank Sumut, yang bisa dipantau oleh masyarakat. Nantinya uang dari sanksi denda itu akan dikelola yang pengaturannya ditentukan lebih lanjut.

Namun bukan Pemprov Sumut yang menjatuhkan sanksi. Menurut Gubernur Edy, bupati dan wali kota akan mengaturnya lebih lanjut dalam Peraturan Bupati dan Peraturan Wali Kota di Sumut.

Lalu bagaimana jika masyarakat tidak bersedia menerima sanksi? Menurut Edy, masyarakat harus siap menerima sanksi. Soal ketegasan sanksi itu, akan dilaksanakan oleh tim monitoring yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat dan dunia usaha.

Tim ini bertugas langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan tepat dan menindak pelanggarnya. Tim ini dilepas secara resmi Gubernur Edy Rahmayadi di Posko GTPP Covid-19 Sumut usai penandatanganan MoU. Mereka akan menelusuri daerah-daerah Mebidang untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik dan benar.

“Tim ini bertugas untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan. Bila ada pelanggaran bisa diberikan sanksi, karena itu tim ini di-backup TNI, Polri dan juga melibatkan tokoh masyarakat agar informasi yang kita berikan lebih mudah sampai kepada masyarakat,” katanya.

Pemberian sanksi ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Kemudian Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Sumut yang telah berlaku sejak Senin (10/8).

Sembuh 101 Kasus

Sementara, kabar baik datang dari Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Whiko Irwan. Dia mengatakan, terjadi penambahan kasus sembuh pasien Covid-19 di Sumut. Hingga Jumat (14/8) kemarin, terdapat 110 kasus sembuh pasien covid dan kini berjumlah 2.437 orang.

Sedangkan untuk kasus yang terkonfirmasi positif berjumlah 5.427 orang, di mana ada penambahan 69 kasus dari hari sebelumnya. Untuk pasien meninggal dunia, sebut Irwan, juga ada penambahan empat orang atau kini berjumlah 241 kasus dari hari sebelumnya.

“Untuk pasien suspek berdasarkan swab PCR juga bertambah 34 kasus dan kini berjumlah 569 orang. Dan untuk spesimen yang dilakukan hingga kini berjumlah 28.849 sampel,” katanya. (prn/smg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button