Berita

Demo, Massa Tuntut Regulasi WPR, Ketua DPRD Madina: Tak Ada Penutupan, Diupayakan Solusi

MADINA, FaseBerita.ID – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis menegaskan penggunaan bahan beracun dan berbahaya (B3) jenis merkuri dalam kegiatan tambang rakyat sangat berbahaya. Bukan hanya untuk penambang, tapi berbahaya bagi masyarakat sekitar termasuk merusak lingkungan hidup.

Hal itu disampaikan Erwin Efendi menanggapi aspirasi penambang yang melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Madina Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan, Kamis (12/12).

Erwin menyebut, semua aspirasi yang disampaikan pengunjukrasa akan mereka tampung kemudian dibahas di DPRD Madina. Namun, ia mengingatkan supaya penambang harus berpikir objektif dan tidak egois terkait permasalahan yang dimunculkan tambang rakyat selama ini.

“Kami paham atas situasi yang ada, tapi kami mengingatkan agar kita semua berpikir objektif dan tak egois. Di sini saya tegaskan, tidak ada penutupan tambang rakyat, tapi kita akan berupaya mencari solusi untuk menetapkan regulasi yang mengatur tambang rakyat,” kata Erwin.

Di sisi lain, Ketua Partai Gerindra Madina itu menyinggung soal penggunaan merkuri dalam kegiatan tambang rakyat yang sudah memunculkan berbagai permasalahan selama ini. Dan, ia menyebut pemakaian merkuri sangat berbahaya baik kepada penambang maupun kepada masyarakat yang dekat dengan lokasi penambangan.

“Saya ingin mengingatkan , apapun alasan yang kita lakukan, kita harus mengkaji kehidupan anak cucu kita kelak. Merkuri ini berbahaya, bisa menghancurkan kehidupan masyarakat kita. Karena itu, kami bersama Pemerintah akan mengkaji untuk mencarikan solusi, tujuannya guna menyelamatkan lingkungan dan masyarakat kita,” ucapnya.

Sementara Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji SIk MH turut menanggapi aspirasi penambang. Irsan menjelaskan, pelarangan penggunaan merkuri oleh Pemerintah dikarenakan zat kimia tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Ia mencontohkan kejadian yang ada di Maluku akibat penambangan emas menggunakan merkuri. Yang mana, tanah di daerah tersebut jadi gersang, sumber air minum rusak, sehingga kehidupan masyarakat di daerah itu terancam.

“Pemerintah telah melakukan kajian yang menyimpulkan merkuri ini berbahaya, karena itu dilarang pemakaiannya, dan sudah jelas ada aturannya. Barangkali saat ini kita belum merasakan dampaknya pada diri kita, tapi tidak menutup kemungkinan, anak istri, dan cucu kita ke depan hidupnya terancam akibat dampak penggunaan merkuri. Kita harus berpikir ke situ,” kata Irsan.

Untuk itu, Irsan mengimbau penambang harus berpikir rasional yang tujuannya untuk menyelamatkan lingkungan dan masyarakat. Aliansi masyarakat penambang mengadakan aksi unjukrasa ke DPRD Madina. mereka meminta supaya ditetapkan regulasi terkait wilayah penambangan rakyat (WPR) agar mereka tetap bisa melakukan pertambangan.

Menurut massa, banyak masyarakat yang bergantung hidup dari tambang rakyat itu. Sehingga mereka meminta Pemerintah dan DPRD tidak menutup tambang rakyat di Kabupaten Madina, melainkan membuat regulasi yang mengatur soal tambang rakyat. (Wan)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button