Berita

Demo di Pelantikan DPRD Tanjungbalai: 24 Pelajar Akan Tes Urine

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Pihak kepolisian mengamankan sebanyak 24 pelajar berseragam sekolah yang terlibat dalam aksi di DPRD Tanjungbalai. Para pelajar ini akan menjalani tes urine dengan memanggil orangtua dan pihak sekolah.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yuda Prawira kepada wartawan mengatakan bahwa terkait 24 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sempat diamankan akan kita panggil pihak kepala sekolah (Kasek) dan orang tua murid untuk menyaksikan anak mereka yang akan menjalani test urine.

“Sebelum mereka (pelajar) turun melakukan aksi ke jalan dan setelah ditanyai keterangan dari beberapa siswa ada yang telah menyatakan bahwa ada mengonsumsi barang terlarang namun kita tes urine dulu positif apa tidak “ucap Putu Yuda.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa 13 unit sepeda motor, Handpone 5 unit 2 buah pisau karter dan beberapa batu yang dipakai pelajar untuk melempari petugas.

Pantauan di lapangan, di sela pelantikan DPRD Kota Tanjungbalai berlangsung, gabungan dari aktivis mahasiswa Kota Tanjungbalai melakukan aksi orasinya walaupun disirami dengan guyuran hujan. Mahasiswa tetap semangat bersuara dan terus bergelora dengan memakai pengeras suara.

Para pelajar yang sempat terlibat aksi dan bentrok dengan polisi. (Deva Lubis)

Dalam orasi mereka tersebut menyampaikan aspirasi menuntut kembali pengesahan undang undang RKUHP dan mahasiswa juga meminta untuk berhadapan langsung dengan 25 DPRD Kota Tanjungbalai terpilih baru saja dilantik untuk bertatap muka bersama  menyahuti aspirasi yang telah disampaikan, Senin (30/9/2019).

Adapun pengawalan ketat pagar betis dipersiapkan oleh Kepolisian Polres Tanjungbalai dengan menggunakan mobil Water Canon dan Brimob yang berpakaian lengkap anti huru hara.

Dalam keheningan dan kekondusifan aksi mahasiswa dalam orasinya, tiba tiba saja para siswa SMA Negeri Kota Tanjungbalai berdatangan dengan berjumlah ratusan siswa dari arah belakang kantor DPRD Kota Tanjungbalai.

Tidak diketahui siapa yang mengkordinir para siswa tersebut dengan menerobos masuk pengawalan ketat dari kepolisian dan ikut menyatakan aksi orasi. Melihat akan hal itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian langsung menghadang siswa mengatakan kepada siswa untuk segera pulang ke rumahnya masing masing.

Setelah berhasil dibubarkan, ternyata para siswa tetap masih berkumpul di jalanan sehingga sempat menimbulkan kemacetan. Polisi gabungan Brimob, tim anti huru hara dengan berpakaian lengkap mendatangi para siswa untuk segera dapat membubarkan diri. Tiba tiba saja spontan terjadi aksi melempar batu ke arah polisi tepatnya di Jalan Masjid Raya menuju Jalan Asahan. Polisi terus mengejar para pelajar sehingga siswa tersebut berhamburan berlarian.

Pada peristiwa itu, para gabungan mahasiswa aktivis tidak memanas dan tidak terprovokasi sehingga aspirasi yang telah disampaikan berjalan baik dan tenang bubar dengan tertibnya. (ck02/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button