Berita

Deklarasi Resolusi Permasyarakatan 2020: Napi Bakal Dilatih Bikin Pot Bunga hingga Pertanian

FaseBerita.ID – Deklarasi Resolusi Permasyarakatan tahun 2020 dilaksanakan di seluruh UPT permasyarakatan di Indonesia secara serentak dengan media teleconference.

Adapun tujuan dari kegiatan yaitu mempererat tali silaturahmi antara jajaran kemasyarakatan baik di tingkat daerah, pusat dengan para media.

Hal tersebut diutarakan Kepala UPT Lapas Narkotika Raya, Enget Prayer Manik melalui Kasubbag TU, Natal Sembiring saat diwawancarai di ruang kerjanya, Pamatang Raya, Kamis (27/2/2020).

“Selain memperat silaturahmi juga memperkuat kolaborasi jajararan permasyarakatan dengan Insan media untuk mendukung terwujudnya resolusi permasyarakatan tahun 2020 yang direncanakan oleh Dirjen Pemasyarakatan pada saat pelaksanaan di Lapas Nusa Kambangan,” ujarnya.

Menurut Natal Sembiring, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan informasi yang lebih dalam tentang permasyarakatan sehingga masyarakat mendapatkan citra positif di Lapas rutan.

“Selama ini mungkin pemikiran masyarakat bahwa di Lapas itu tempat orang-orang terpida yang tidak baik,” ujarnya.

Tetapi dengan adanya resolusi permasyarakatan di Lapas, pihaknya akan mengadakan pembinaan kemandirian dan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mendapatkan sertifikat.

“Jadi begitu selesai menjalani masa hukuman pidana, mereka sudah punya surat berhak untuk mendapat pekerjaan sesuai dengan keahlian-keahliannya masing-masing,” sebutnya.

Pihaknya juga telah berkordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Simalungun dan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi untuk melakukan pelatihan kerja terhadap 360 Narapida.

“Narapidana di Lapas Narkotika Raya ini berjumlah 737 orang. Target 360 orang akan kita lakukan pelatihan diantaranya 60 orang untuk pembuatan pot bunga, 200 orang untuk jasa pertukangan 200 dan 100 orang untuk Pertanian,” terangnya.

UPT Lapas Narkotika Raya akan memberikan pembelajaran kepada Narapidana mengenai Pertanian, Keterampilan dan Jasa bekerjasama dengan BLK dan mereka akan mengeluarkan berupa sertifikat kelayakan bahwasanya narapidana tersebut telah mengikuti kegiatan di dalam Lapas.

“Harapan kita kepada media supaya media memberikan informasi yang positif terkait pembinaan di Lapas dan pada saat kegiatan di Lapas nanti kami akan mengabarkannya kepada media untuk dipublikasikan kepada masyarakat Kabupaten Simalungun,” pungkasnya. (Mag-05)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button