Berita

Data Pedagang Balairung Rajawali Diteliti Kembali

FaseBerita.ID – Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ Bambang K Wahono mengatakan, pihaknya masih meneliti data pedagang yang berhak kelak menempati kios dan meja semen yang ada di Baleirung Rajawali, Jalan Patuan Nagari, Kecamatan Siantar Utara.

Kios di Baleirung tersebut berjumlah 14 unit dan selebihnya 186 meja semen atau meja batu. Setiap pedagang yang berhak berjualan di sana adalah orang yang memiliki KIB dan pedagang yang ada di sekitaran Patuan Nagari. Sejauh ini, data terkumpul pemilik KIB hanya 15 orang.

“Kalau katanya ada memiliki KIB, kita akan cek lagi apakah masih aktif berjualan atau tidak. Karena itu milik pemerintah, jadi tidak boleh disewakan.” terangnya, Jumat (28/3).

Baca juga: Pengurus Dilantik DPD P4B Siantar Siap Dukung Direksi PD PHJ

Untuk memastikan ini semua, pihaknya sedang mengecek kembali data pedagang, baik yang benar-benar aktif dan yang tidak. Bagi mereka yang sudah lama tidak aktif, kemungkinan tidak diberi hak mengelola kios maupun meja semen lantaran aset tersebut bukan diperjualbelikan.

“Saya sudah minta ke Direksi Operasional agar mengkroscek dengan kebutuhan karena awalnya itu diprioritaskan kepada pedagang di Jalan Patuan Nagari dan pedagang kuliner yang di Rajawali sebelumnya” jelasnya dengan mempertegas, satu orang hanya berhak mendapatkan satu unit, tidak boleh lebih,” katanya.

Baca juga: Alternatif Menangani Terminal Revitalisasi atau Relokasi

Soal masalah jual beli kios atau meja semen yang dulu dilakukan mantan kepala Pasar Dwikora, akan diteliti kembali sehingga tidak ada data yang bermasalah. “Kita sedang melakukan krosscek issu jual beli kita antisipasi dengan menonjobkan kepala Pasar Dwikora dan saat ini ditempatkan sebagai staf SDM,” ucapnya.

Mengenai dana yang sempat dikutip dari sejumlah pedagang sedang dikoordinasikan dengan mantan kepala pasar karena tindakan tersebut bukan seijin direksi. Ditegaskannya, pedagang yang sempat menyerahkan uang sedang dipelajari, namun belum bisa dipastikan memiliki hak mengelola kios maupun meja semen.

Sejauh ini pihaknya tinggal menunggu serahterima dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan baru kemudian dioperasikan lewat pedagang. (pam/esa)

iklan usi



Back to top button