Berita

Dandim 0211/TT: Masih Banyak Masyarakat Anggap Sepele Covid19

Diskusi Pencegahan Penyebaran Covid-19

FaseBerita.ID – Polres Tapanuli Tengah menggelar diskusi penanganan pencegahan dan penyebaran virus corona (covid-19) bersama lapisan masyarakat. Kegiatan berlangsung di ruangan aula Mapolres Tapanuli Tengah, Senin (23/3) siang.

Diskusi dimulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, dihadiri oleh Kajari Sibolga Henri Naingolan, Dandenpom 1/2 Sibolga, Letkol CPM Hasanuddin Siagian, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat, beserta jajaran polres Tapanuli Tengah, Kepala Bandara Pinang Sori, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tapanuli Tengah Ali Taat, perwakilan Dinas Kesehatan, Perwakilan Imigrasi Sibolga dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), serta tokoh agama, seperti MUI, FKUB, BKAG, tokoh masyarakat dan organisasi-organisasi lain yang ada di Tapanuli Tengah.

Diskusi yang dilaksanakan oleh Polres Tapanuli Tengah bersama seluruh lapisan masyarakat ini sebagai bentuk dan upaya dalam mengatasi penyebaran virus corona (covid-19), agar dilakukan pengawasan ketat terhadap penyebaran covid-19 di wilayah Tapanuli Tengah.

Sebagai langkah awal, tim Polres Tapanuli Tengah telah melakukan penyemprotan disinfektan dengan sekala besar, menggunakan mobil water canon. Dengan menyemprotkan cairan disinfektan di sejumlah jalan yang berada di Jalan Sibolga-Padangsidimpuan, Kota Pandan-Sibuluan, Jalan Dr Ferdinan Lumban Tobing, Kota Pandan – Jalan Junjungan Lubis, Jalan KH Dewantara, Jalan Kartini, Jalan Jenderal feisal Tanjung dan sejumlah titik lain juga yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah. Tak hanya itu, petugas juga kerap memberikan imbauan kepada seluruh warga Tapanuli Tengah agar tetap menjaga kebersihan dan kesehatan.

Pada diskusi yang diselenggarakan oleh Polres Tapanuli Tengah bersama TNI, PWI dan lapisan masyarakat di Tapanuli Tengah itu, Kapolres AKBP Sukamat dalam sambutanya menjelaskan, bahwa tujuan diselanggarakannya diskusi merupakan arahan dari pemerintah pusat dalam penanganan dan pencegahan covid-19 di Tapanuli Tengah, agar segera dilakukan penerapanya.

“Kita berdiskusi bersama di tempat ini guna meminta masukan dan arahan dari seluruh lapisan masyarakat Tapanuli Tengah, dari mulai Pemerintahan Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, TNI, dan tidak terlepas dari insan pers. Tujuan utamanya, demi kepentingan masyarakat Tapanuli Tengah dan murni untuk meminta masukan serta tanggapan dan arahan dari para tamu undangan yang hadir, guna kepentingan bersama,” ujar Sukamat.

Sementara itu Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex menegaskan bahwa masyarakat masih banyak yang menganggap remeh akan penyebaran virus corona (covid-19) ini. “Untuk itu, rasa nasionalisme dan kebersamaan harus ditingkatkan,” tegas Dandim.

Lanjutnya, dengan adanya imbauan pemerintah untuk mengurangi aktifitas dan kegiatan di luar rumah, masyarakat diminta lebih banyak berkegiatan di dalam rumah.

Namun hal itu juga menjadi kendala bagi masyarakat yang bekerja harian dalam menghidupi keluarganya.

“Untuk itu kami mengimbau dan sangat berharap agar kiranya kita lebih peduli dengan sesame. Saling berbagi dan saling membantu bagi mereka yang membutuhkan bantuan,” imbaunya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Hj Nuryam yang diwakili oleh stafnya mejelaskan bahwa hingga saat ini belum ada warga Tapanuli Tengah yang terinfeksi covid-19.

Sambungnya, dalam penanganan dan antisipasi covid-19, Dinas Kesehatan bersama RSUD Pandan telah menyediakan ruangan isolasi bagi yang terjangkit virus corona.

“Kita dari Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang bagaimana tata cara agar terhindar dari covid-19, antara lain dengan cara membersihkan tangan, menggunakan masker, serta tetap menjaga kesehatan tubuh.

Selain itu, ia juga memperkenalkan kepada masyarakat terkait gejala-gejala orang yang terjangkit covid-19, seperti suhu tubuh atau panas badan di atas 30 derajat celcius, nafas sesak diiringi dengan batuk dan flu yang tidak wajar.

Jika memang masyarakat mengalami hal tersebut, diharuskan agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.

“Untuk itu kita harus selalu menjaga daya tahan tubuh. Karena yang murah terjangkit virus corona adalah yang memiliki imunitas lemah atau daya tahan tubuh lemah,” jelasnya.

Kepala Bandara Farel Lumban Tobing (FL Tobing) Pinangsori yang bertanggung jawab atas salah satu gerbang keluar masuknya Warga Negara Asing (WNA) atau pun Warga Negara Indonesia (WNI) dari daerah ataupun ke Negara Asing yang terjangkit covid-19 menggunakan jalur udara, menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan pihaknya, adalah dengan memperketat pengawasan terhadap tamu yang datang dari negara asing, luar daerah. Tak hanya itu, warga yang ingin keluar daerah harus terlebih dulu memeriksakan suhu tubuh, termasuk bagi para tamu yang datang, menggunakan Thermoscan.

Selain itu, seluruh area bandara juga telah disemprot disinfektan. Bahkan penyemprotan area bandara akan dilakukan sekali dalam seminggu.

“Tidak cukup sampai disitu, kita akan menyediakan alat disinfektan yang berbentuk seperti boks (kotak). Cara kerjanya, boks itu akan menyemprotkan disinfektan kepada tamu yang keluar masuk bandara Pinang Sori yang diletakkan di depan pintu gerbang menuju bandara.”

Pihak bandara telah membuat peraturan bahwasnya siapa saja yang masuk ataupun keluar dari pintu gerbang bandara, petugas akan terlebih dahulu mengarahkan agar memasuki boks yang telah diisi cairan disinfektan.

“Secara otomatis, orang yang masuk dalam boks akan tersemprot disinfektan otomatis. Namu akan tetap dilakukan koordinasi dengan dinas terkait,” jelasnya.

Sementara itu pihak Imigrasi Kota Sibolga yang turut hadir dalam diskusi itu menjelaskan bahwa sejauh ini sesuai data dari pusat, belum ada warga Tapanuli Tengah yang terjangkit covid-19.

Namun sayangnya pihak Imigrasi tidak bisa menjawab pertanyaan peserta diskusi terkait berapa jumlah warga negara asing yang ada di Kota Sibolga maupun Tapanuli Tengah.

“Kami pihak Imigrasi Kota Sibolga-Kabupaten Tapanuli belum mengetahui ada warga negara asing di Sibolga-Tapteng. Karena yang bisa memberi data hanyalah Imigrasi Pusat. Tetapi jika memang sangat perlu dengan data tersebut, silahkan datang ke kantor, guna dilakukan koordinasi dengan Imigrasi Pusat,” jelasnya. (tam)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button