Berita

Dana Kampanye di Pilkada Tanjungbalai Maksimal Rp7,9 M

FaseBerita.ID – Komisi pemilihan umum (KPU) Kota Tanjungbalai menetapkan batasan dana kampanye bagi pasangan calon (paslon) peserta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020, maksimal sebesar Rp7.915.788.400.

Hal itu sesuai Surat Keputusan KPU Tanjungbalai Nomor 103/PL.02.4-Kpt/1274/KPU-Kot/IX/2020, tertanggal 27 September 2020 tentang batasan pengeluaran dana kampanye pasangan calon pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020.

Pembatasan dana kampanye itu telah disepakati dalam rapat koordinasi kampanye yang digelar KPU Tanjungbalai, dihadiri 3 tim kampanye pasangan calon, Bawaslu dan Polres Tanjungbalai, di aula Kantor KPU Tanjungbalai, Minggu (27/9/2020) malam.

Selain pembatasan dana kampanye, KPU Tanjungbalai juga menetapkan rincian atau item kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh setiap Paslon di saat kampanye. Hal itu telah disesuaikan peraturan dan ketentuan terkait pelaksanaan Pilkada serentak lanjutan tahun 2020 sesuai protokoler kesehatan Covid-19.

“Kita juga menetapkan jumlah dan spesifikasi Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK) yang difasilitasi KPU Tanjungbalai untuk seluruh pasangan calon. Selain APK dan BK yang difasilitasi KPU, pasangan calon dapat menambah APK dan BK dengan jumlah dan spesifikasi yang diatur dalam PKPU 11 Tahun 2020 tentang Kampanye, “ucap Divisi Hukum KPU Tanjungbalai Juhari kepada wartawan, Senin (28/9/2020).

Ketua KPU Tanjungbalai, Luhut Parlinggoman Siahaan mengatakan, pembatasan dana kampanye dilakukan dengan cara menghitung total dari kegiatan kampanye, metode, jumlah kegiatan, jumlah peserta, standar biaya daerah, bahan kampanye yang diperlukan, cakupan wilayah dan kondisi geografis, logistik dan manajemen/ konsultan yang dilaksanakan selama masa kampanye terhitung sejak tanggal 26 September 2020 – 5 Desember 2020.

Sehingga diharapkan, pasangan calon pada saat menyerahkan Laporan Dana Kampanye (LDK) nantinya tidak melebihi dari batasan pengeluaran dana kampanye yang ditetapkan KPU Tanjungbalai.

“Pembatasan dana kampanye akan mendorong setiap calon lebih kreatif untuk mendekati pemilih, dibanding hanya sekedar membagi-bagikan uang receh. Pada saat yang sama, masyarakat pemilih pun akan dididik untuk tidak lagi berpikir pragmatis dalam menentukan pilihan. Dengan begitu besarnya dampak positif yang akan diterima, pengaturan tentang pembatasan dana kampanye layak diacungi jempol,” ucap Luhut. (ck04/fi)





Back to top button