Berita

Dalam Dua Bulan, 36 Tersangka Narkotika Ditangkap

TAPTENG, FaseBerita.ID – Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, yakni sejak Agustus sampai bulan September, Polres Tapteng berhasil menangkap 36 tersangka kasus narkotika serta barang buktinya.

Hal itu disampaikan Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, Rabu (9/10/2019), saat menggelar konferensi pers di Mapolres Tapteng. “Polres Tapteng, yakni tim dari narkoba berhasil mengungkap beberapa kasus, dimulai dari sebelum adanya operasi narkoba dan setelahnya. Salah satunya yang terbesar adalah 2 ons sabu-sabu. Agustus sampai dengan September ada 36 tersangka dan kurang lebih barang bukti yang kita kumpulkan 300 gram atau 3 ons (sabu-sabu,red),” ujar Sukamat.

Dijelaskannya, dalam dua bulan terakhir, penangkapan terbesar yang dilakukan pihaknya dengan barang bukti seberat dua ons sabu-sabu, dan hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengembangan. “Jadi penangkapan terbesar adalah yang terakhir ini adalah 2 ons, dan kita masih akan kembangkan kembali terhadap pengedar narkoba,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sukamat juga tegas menyatakan perang dan tidak ada toleransi terhadap narkoba. “Kita perang sama narkoba, tidak ada kata-kata toleransi semua akan kita tindak sesuai dengan ketentuan,” ucapnya.

Untuk itu, Dia berharap peran serta masyarakat untuk berbagi informasi tentang peredaran narkoba.

“Saya harapkan partisipasi dari masyarakat untuk memberikan informasi apabila ada peredaran narkoba, sehingga kita mampu tindak lanjuti,” harapnya.

Dijelaskannya juga, apabila sabu-sabu seberat 1 ons dijadikan paket hemat, maka yang dapat mengkonsumsinya sudah mencapai ratusan orang. “Bagaimana bila kita bayangkan 1 ons ini dibagi dengan paket hemat, berapa ratus orang yang dapat. Kita nyari yang besar, jaringan-jaringan inti, sehingga peredaran yang lebih kecil bisa terhapus dengan adanya penangkapan yang besar,” tuturnya.

Sukamat menambahkan, terkait penanangkapan tersangka beberapa hari lalu dengan barang bukti dua ons sabu, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya akan diedarkan di wilayah Tapsel, Padangsidempuan, Madina, Sibolga dan Tapteng. “Dan ini adalah barang yang akan dikonsumsi masyarakat Tapanuli Tengah dan pelanggan-pelanggan yang ada di Padangsidimpuan dan wilayah Tapsel sana, Madina, Sibolga juga dan lain-lain,” katanya.

Hingga saat ini, lanjut Sukamat, pihaknya masih terus melakukan pengejaran dan melakukan pengembangan akan kasus narkotika tersebut. “Asal barang bermacam-macam, untuk jaringan tidak kita ungkap, masih dalam pengejaran karena sampai saat ini anggota masih ada di lapangan. Masih intens untuk mengembangkan yang lebih besar, harapan kami dengan adanya hubungan baik bersama rekan-rekan dan masyarakat dapat mengungkap yang lebih besar lagi. Sehingga kerusakan akibat peredaran narkoba ini dapat kita cegah,” ucapnya.

Disinggung asal barang haram tersebut, Sukamat menuturkan ada dari Sibolga, dari Lapas Klas II A Sibolga dan dari Medan. “Ada dari Sibolga, ada dari Lapas, ada dari Medan. Kalau dari Lapas banyakan paket hemat, sehingga terputus, karena pemberian antara pembayaran sama pemberian barang terputus, dilempar (dari dalam lapas,red) informasinya demikian,” tutupnya. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button