Berita

Curhatan Istri yang Suaminya Pasien Korona: Aku Pikir Masalah Selesai Setelah Bapak Dikubur

FaseBerita.ID – Jumat (3/4) kemarin, Bupati Simalungun JR Saragih mengumumkan 4 warganya yang positif terinveksi virus corona dan salah satunya sudah meninggal dunia, sebelum hasil tes laboratorium keluar.

DS, menantu dari pasien yang meninggal ini juga dinyatakan positif dan kini menjalani perawatan.

MS yang merupakan istri DS mengungkapkan kesedihannya melalui media sosial Facebook.

Setelah ayahnya meninggal dan suaminya dinyatakan positif terinveksi virus corona, MS merasakan kepedihan yang sangat mendalam.

Berikut curahan hati MS yang diposting pada Sabtu 4 April pagi. Postingan tersebut dibagikan warganet hingga ratusan kali.

Tidak pernah terbayangkan sekalipun aq berada di posisi ini.

Kepergian bapak ke jakarta membawa duka yang berturut2 buat keluarga besar kami dan keluarga kecilku.

bapak mati menyandang status covid tidak jelas.

ada yg bilang negatif.

ada yg bilang positif.entah lah.

aq juga sudah tidak perduli.

negatif ato positif toh bapak dikuburkan secara positif covid.

aq kira masalah akan selesai dengan dikuburnya bapak.

tapi tidak.

suami q tersayang yg selalu kasih support saat bapak dirawat diduga positif covid.

dunia q runtuh.aq merasa dunia kiamat.

padahal kami merasa dia sehat2 saja.

dia dijemput paksa dari kampung dengan ambulance dan perawat lengkap dengan Apd.

aq yg sedang dalam kondisi hamil mencoba kuat.

aq pulang kesiantar menangis sepanjang jalan.

trus bertanya2 kapan cobaan ini akan berakhir.

sampai di rumah,rumah sudah ramai dengan polisi dan tetangga.

aq turun dari mobil dengan gemetaran.

aq berusaha kuat dan tegar q tanyakan ada apa.polisi menjelaskan ini itu.

aq iyakan za.ntah apapun dibilang nya ga masuk akal q lagi.

aq liat sekeliling.

aq liat tetangga yg biasanya ramah.semua menjauh.

aq merasa seperti istri teroris yang sudah meledakkan sebuah gereja beserta jemaat nya.

aq down.aq berada di titik terendah dalam hidup.

aq tau ini virus.

ini itu wabah seluruh dunia.wajarlah jika orang2 ketakutan.tapi aq mau bertanya ,emangnya aq suka kena virus ini

virus ini kami yg membuatnya kah?aq sebagai manusia biasa juga seperti istri2 lain.

saat virus ini menyerang indonesia,aq juga menyediakan masker dan  hand sanitizer di rumah q.

mengajarkan anak2 dan suami q cara cuci tangan.

mengonsumsi vitamin,merebus jahe merah,kunyit,serai,etc.

semua aq lakukan.tapi ternyata saat virus ini tetap menempel ke keluarga q apa yg bisa aq lakukan.

saat Tuhan menaruh beban ini di pundak ku,apa yg bisa aq lakukan??

ga ada.cuma bisa pasrah dan berdoa.

aq dipaksa menjadi janda tiba2 dalam semalam.aq harus mengisi saldo token,memasang keran

mesin cuci.(biasanya suami yg lakukan). menanggapi pertanyaan anak2 yg terus bertanya papa dimana, kapan pulang,kenapa lama.

blom lagi si kecil yg setiap tidur harus di samping papanya.

janda za ga keq gini x.masih ada sodara yg tinggal di rumah.

ini g ada.aq bertiga bersama anak2 q,bersama pengasuh yg hanya diizinkan menginap semalam.

aq ga habis pikir sama media yang memberitakan semua detail kehidupan kami.

tidak bisakah ada privasi sedikit buat kami.

terinfeksi virus ini juga sudah membuat mental kami down,ditambah lagi statement2 klen diluar sana. bagaimana reaksi teman2 kantor kami,teman gereja kami.

semua klen patalak di media.koq ga sekalian za klen patalak no sepatu kami masing2,no rekening.mana tau ada yang mau transfer.biar lengkap.aq ga keberatan nama q dan suami klen exposs.tapi jangan anak2 q.

mreka gtw apa2.mereka juga ga pernah kemana2.cuma di teras perjalanan jauh mereka .

melihat klen ngumpul didepan rumah aza udah membuat mereka ketakutan.

pernah ga klen terbayang,kalo klen ato keluarga klen yg kena virus ini.

coba bayangkan kalo klen yg berada di posisi kami.

istrimu,suamimu atau anak mu.

kami juga punya orang tua,mertua.

mertua q dalam kondisi sudah tua dan sudah pernah pasang ring .

bayangkan mreka melihat dr media statemen2 klen.

bagaimana perasaan nya.kalo mreka tidak kuat mereka juga bisa mati.itu yg klen harapkan??

coba bayangkan kita tukar posisi.aq yg berada di posisi mu dan klen yg berada di posisi q.

banyak q dengar di jakarta sana yg mati gara2 virus ini.

tapi ga pernah q baca data2 keluarga nya di patalak keq gitu.

waktu bidan desa minta fotokan ktp suami.

aq tulus za motonya.mungkin buat arsip pikir q.

ga ada ketakutan bahwa  ini akan di share di media.

tapi apa.klen jadikan ini konsumsi publik.

tolong beri kami sedikit privasi.

kalo klen merasa ketakutan kami sudah menyebar virus di lokasi kerja,di gereja, kan bisa klen datangi tempat it.

cek semua yg merasa terkontaminasi dengan kami.ga usah digembor2kan di media.

tapi ya sudahlah.apa daya q yang jadi orang kecil ini.

saat ini aq cuma bisa pasrah.apa yg terjadi terjadi lah.

aq juga siap harus kehilangan pekerjaan q yg sudah q geluti puluhan tahun.

harus keluar dari gereja ato serikat aq juga siap.

karena aq sama sekali tidak punya muka lagi menghadapi semua ini.

tapi aq bersyukur masih ada teman2 yg care dan support.rekan2 dari Rs …

rekan2 segereja.

trima kasih Bapak/Ibu Manager dan Supervisor Pt.HM S******.yang bolak balik menelpon mengatakan bahwa semua kebutuhan kami selama suami di isolasi menjadi tanggung jawab mereka.

yang bolak balik kasih support.

Ya Tuhan aq terharu.Tuhan ternyata tidak membiarkan aku sendirian.

 aq lega setelah mengeluarkan uneq2 q.

walaupun badai belum berlalu.

aq sama sekali tidak bermaksud menghakimi siapapun.

aq berharap tidak ada lagi orang lain yang merasakan apa yg kami rasakan.

semoga badai ini cepat berlalu.###

Mudahan-mudahan semua keluarga cepat sembuh.. 

(pra/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button