Berita

Coret Seragam, Luapan Kegembiraan Mereka!

KISARAN, FaseBerita.ID – Usai mengikuti ujian, sejumlah pelajar SMA di Kisaran, Kabupaten Asahan merayakan kelulusan mereka dengan aksi corat-coret seragam.

Seragam putih mereka dibubuhi dengan sejumlah coretan. Baik menggunakan piloks berbagai warna, begitupun dengan celana atau rok berwarna abu-abu.
Pantauan wartawan, selain itu, seragam mereka juga dihiasi oleh berbagai tulisan, seperti nama rekannya maupun ucapan ‘selamat tinggal putih abu-abu’. Mereka berbaur tak hanya dari SMA Negeri maupun swasta yang ada di Kota Kisaran.

Beberapa seorang pelajar yang baru saja usai menerima pengumuman kelulusan, mereka pun melakukan aksi corat-coret di sekitar jalan lingkar menuju Terminal Madya Kisaran, persis di sekitar kawasan Eks Pabrik Benang.

Menurut salah seorang dari mereka, Yanti mengungkapkan bahwa aksi itu dilakukan sebagai ekspresi senangnya telah menyelesaikan pendidikannya.
“Ini cara kami mengekspresikan kegembiraan bang, karena setelah berjuang tiga tahun dan hari ini kami terakhir ujian,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Pelajar SMK Ugal-ugalan Usai UNBK

Selain itu, beberapa dari mereka juga terlihat berkonvoi lengkap dengan seragam yang telah dicoret-coret pada jalan raya.

Berbagi Makanan

Sementara itu, ekspresi berbeda ditunjukkan oleh puluhan pelajar dari Madrasah Aliyah Swasta (MAS) 2 Muhammadiyah Kisaran. Mereka memilih membagi bagikan makanan kepada pengendara dan abang becak ketimbang melakukan aksi coret seragam.

Menurut salah seorang pelajar menyebutkan kegiatan mereka ini sudah sejak awal direncanakan sebelum ujian dan memilih membagikan makanan kepada pengendara sehabis ujian.

Pelajar dari MAS 2 Muhammadiyah Kisaran membagikan makanan kepada pengendara dan abang becak. (Perdana)

“Sudah direncanakan bang. Kami kumpul uang. Habis ujian langsung buat acara ini,” kata salah seorang pelajar.

Baca juga: SMK Negeri 1 Labuhanbatu Tolak Aksi Corat-coret

Sementara itu, Zul Azmi selaku Kepala Sekolah MAS Muhammadiyah 2 Kisaran mengaku aksi yang dilakukan para pelajar itu merupakan inisiatif siswa itu sendiri.

“Kami juga tak mengetahui hal ini. Mereka lakukan aksi berbagi, ketimbang coret segaram sangat positif. Sebagai pihak sekolah, kami bangga dan mengapresiasi para siswa,” ujarnya. (Per)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button