Berita

Cekcok Warisan Berujung Maut

PALAS, FaseBerita.ID – Penyebab Hendri Ali Sopyan Dalimunthe (36) tega menganiaya ayahnya, Gozali Dalimunthe (55) hingga sekarat dan meninggal dunia, akhirnya terungkap. Hal itu diakui pelaku langsung kepada pihak kepolisian setempat yang menanganinya.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan dengan meminta keterangan langsung dari pelaku, terungkap bahwa pelaku mengaku kecewa dengan ayahnya yang menjual rumah warisan. Namun hasilnya tidak diberikan kepada pelaku,” ungkap Kapolsek Barumun Tengah, Palas, AKP Amir Faizal.

Cerita kapolsek, sejak kecil pelaku sudah ditinggal ayahnya, karena bercerai dengan ibunya. Setelah pelaku dewasa, baru ia mengenal ayahnya yang sudah menikah kembali dengan wanita lain.

“Almarhum (ayah pelaku) punya dua istri, dan almarhum sudah bercerai dengan ibu pelaku sejak pelaku masih anak-anak,” tukas Kapolsek yang mendapat pengakuan dari pelaku.

Baca juga: Anak Aniaya Ayah Kandung 11 Hari Dirawat, Akhirnya Meninggal

Kemudian, setelah pelaku dewasa dan berumahtangga, baru mengetahui perihal ayah kandungnya yang masih tinggal sekampung dengan mereka. Rupanya, pelaku mendapat kabar, kalau ayahnya ada menjual rumah warisan milik mereka. Mendapat cerita itu, pelaku meminta bagian.

“Dan hasil penjualan rumah warisan tidak dibagikan kepada pelaku, sedangkan saudara lainnya (lain ibu) malah mendapat bagian. Dan itu motif kuat pelaku sampai tega menganiaya ayahnya,” jelas Kapolsek.

Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pihak kepolisian akan mengenakan pelaku dengan pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun.

” Pelaku akan kita kenakan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang” jelasnya.
Sebelumnya, diduga gara-gara tidak diberi uang, Hendri Ali Sopyan Dalimunthe (36) sampai tega menganiaya Gozali Dalimunthe (55), ayah kandungnya di Dusun Wek V, Desa Pasar Binanga, Kecamatan Barumun Tengah, Padanglawas (Palas). Sempat dirawat 11 hari di Rumah Sakit, Gozali akhirnya meninggal dunia Jumat (26/4) kemarin.

Kapolsek Barumun Tengah (Barteng), AKP Amir Faizal mengatakan, kasus penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang itu diduga kuat dilakukan Hendri Ali Sopyan Dalimunthe (36) kepada korban Gozali Dalimunthe (54), yang tidak lain ayah kandung pelaku.

Penganiayaan itu, kata Amir, terjadi pada Senin (15/4) lalu. Saat itu, pelaku menyuruh istrinya Nur Aisyah memanggil korban yang tidak jauh dari kediaman mereka di Dusun Wek V, Desa Pasar Binanga, Kecamatan Barumun Tengah, Palas.

Mendengar perintah suaminya, Nur pun pergi ke rumah mertuanya dan kembali lagi ke rumah mereka bersama Gozali. Sampai di rumah, pelaku langsung meminta uang sebanyak Rp10 juta kepada ayahnya.

“Korban sempat datang ke rumah anaknya, rupanya pelaku sempat marah-marah dan meminta uang Rp10 juta kepada korban. Melihat pelaku marah, korban pun kembali lagi ke rumahnya,” terang Amir.

Ketika korban kembali ke rumah, pelaku mengikuti korban. Disitu, korban kembali marah-marah, sambil memukul pintu rumah korban dan terus mendesak agar diberikan uang Rp10 juta. Merasa tak digubris, pelaku menarik tangan ayahnya untuk ikut kembali ke rumahnya. Namun, korban menolak dan berusaha kembali masuk kedalam rumahnya.

“Dan saat itu pelaku makin emosi, dan menganiaya ayahnya. Korban sampai terlentang dan pingsan,” jelas Kapolsek dan menyebut korban mengalami luka dibagian pelipis, hidung dan telinga mengeluarkan darah.

Melihat keributan tersebut, warga sekitar langsung berusaha menenangkan pelaku dan membawa korban ke puskesmas terdekat. Korban sempat mendapat perawatan di RSUD Aek Harusnya di Paluta, kemudian dirujuk ke RSUD di Sibuhuan Palas, lalu dirujuk lagi ke RSUD di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

“Sempat dirawat selama 11 hari, dan berpindah rumah sakit. Dan pada Jumat (26/4) kemarin, korban meninggal di eumah sakit di Bukit Tinggi.” Pungkas Amir dan sebelumnya sudah menangkap pelaku. (yza)

iklan usi



Back to top button