Berita

Calon Jamaah Haji Wafat Bisa Digantikan Ahli Waris

FaseBerita.ID – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Kementerian Agama (Kemenag) mengesahkan Revisi Undang-undang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Pengesahan ini dilakukan pada sidang paripurna XV masa persidangan IV tahun 2018-2019.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, dalam RUU ini terdapat sejumlah perubahan kebijakan. Seperti pelimpahan porsi bagi calon jamaah haji yang wafat.

“Jadi calon-calon jamaah haji yang wafat itu bisa dipindahkan ke ahli warisnya, suaminya, istrinya, orang tuanya itu ke anaknya,” ujar Lukman di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (28/3).

Sementara itu, bagi calon jamaah haji kategori lanjut usia (lansia) atau di atas 65 tahun akan medapat prioritas pemberangkatan. Namun, akan diatur dalam kuota tertentu.

Baca juga: Skema Pelunasan Biaya Haji Sudah Disiapkan Berakhir 15 April

“Lalu bagi penyandang disabilitas, jadi calon jamaah haji disabilitas juga mendapatkan prioritas, dan sakit permanen juga bisa dilimpahkan porsinya,” imbuh Lukman.

Dalam RUU ini juga diatur terkait jamaah haji furoda yakni calon jamaah yang mendapat kuota dari hadiah Kerajaan Arab Saudi. Kategori ini akan dimasukkan ke dalam kuota haji khusus. Sehingga dalam keberangkatannya mereka harus melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Undang-undang ini menyatakan secara tegas kuota haji khusus tidak lebih dari 8 persen dari kuota total nasional sebanyak 221.000. Itu artinya dari yang selama ini yaitu 17.000,” tandas Lukman.

Ini Syaratnya

Seperti dikutip dari berbagai sumber, Kementerian Agama (Kemenag) mulai memberlakukan kebijakan baru tentang penggantian calon jamaah haji yang wafat. Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali mengatakan penggantian jamaah wafat tersebut bisa dilakukan tanpa mendaftar ulang.

Namun, syaratnya calon jamaah haji yang meninggal telah masuk dalam porsi pemberangkatan tahun ini, bukan yang tiga tahun lagi atau berapa tahun ke depan (yang boleh diganti). Artinya si calon jamaah haji masuk kategori jamaah porsi tahun ini.

Baca juga: Petugas TPHD yang Sudah Berhaji Kena Biaya Visa Rp7 Juta

Penggantian jamaah yang wafat tersebut nantinya akan dilimpahkan kepada orang yang ditunjuk. Kemudian, ahli waris berembuk menyepakati seseorang yang akan menjadi pengganti calon jamaah yang wafat tersebut.

Lalu orang yang menggantikan harus segera mengurus proses pelimpahan dengan kesepakatan keluarga.

Kesepakatannya ahli waris untuk menyerahkan kepada siapa. Urus surat dengan meminta tanda tangan semua ahli waris, juga tanda tangan RT, RW dan kecamatan.

Setelah proses itu, data tersebut bisa langsung diserahkan kepada Kementerian Agama untuk dilakukan pendataan ulang. (dc/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button