HUT RI
Berita

Cagar Budaya di Lapangan Pariwisata Siantar ‘Hilang’

Kusdianto Didesak Bertanggungjawab

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pengelolaan Benda Cagar Budaya dan situs adalah tanggungjawab Pemerintah serta peran masyarakat didalamnya.

Benda, bangunan, atau struktur dapat diusulkan sebagai Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, atau Struktur Cagar Budaya apabila memenuhi kriteria berusia 50 tahun lebih. Memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Terkait adanya perubahan atas pembangunan yang baru di lokasi gedung pariwisata dan Lapangan Pariwisata sudah dipastikan mengurangi dan menghilangkan kriteria untuk ditetapkannya sebagai benda, bangunan, atau struktur cagar budaya.

Ketua Bidang Seni dan Budaya Organisasi HIMAPSI Dedi Damanik, saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2020) menyayangkan apabila lokasi pengibaran bendera merah putih yang pertama di Siantar tidak ditetapkan sebagai cagar budaya oleh karena tidak memenuhi kriteria.

Pada tanggal 27 September 1945, di lokasi tersebut terjadi peristiwa pengibaran bendera merah putih yang pertama di Kota Pematang Siantar/Simalungun oleh Pemuda-pemuda. Tepatnya berada di sudut kiri lapangan parkir pariwisata bersebelahan dengan perpustakaan yang sekarang menjadi tempat toilet umum/ruang ganti.

“Sangat disayangkan kebijakan Pemerintah Kota Pematangsiantar telah menghilangkan nilai-nilai sejarah di sekitar lokasi gedung/lapangan pariwisata. Ada kriteria untuk ditetapkannya sebagai cagar budaya, kalau sudah diubah bangunan, titik lokasi, benda, dan strukturnya, kita harus menunggu 50 tahun lagi untuk memenuhi kriteria tersebut. Kepala Dinas Pariwisata, Kusdianto, yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Daerah, pernah menjawab pertanyaan saya terkait lokasi titik pertama kali dilaksanakan pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih di Kota Pematangsiantar,” kata Dedi.

Dedi menegaskan Kusdianto harus bertanggungjawab atas ini, ada dugaan penyalahgunaan jabatan atas kesewenang-wenangan sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar. (mag 04/esa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button