Berita

Cabuli Anak di Bawah Umur, Pria Paruh Baya Masuk Bui

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Seorang pria paruh baya dilapor ke polisi karena mencabuli anak di bawah umur, Selasa (3/12) lalu. Pria tersebut diketahui berinisial AN alias BS (52) warga Rusunawa Jolong Basusuk, jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Sibolga Selatan.

Menurut polisi, setelah menerima laporan dari ibu korban ES (39) yang juga tinggal di Rusunawa, AN kemudian ditangkap dan dijebloskan ke tahanan. “Yang memberi tahu anaknya telah dicabuli AN adalah UKS. Setelah menerima laporan, AN langsung kita amankan,” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Rabu (11/12).

Dalam keterangannya ke polisi, ES mengetahui anaknya telah digerayangi AN di areal rusunawa dan memberinya-uang sebesar Rp15.000. “Setelah mencabuli, kemudian diberikan uang sebanyak Rp15.000,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diketahui perbuatan nekat tersebut dilakukan di belakang Rusunawa. Saat itu katanya, AN yang telah ditetapkan sebagai tersangka, melihat korban sedang menangis di atas sebuah becak.

“Karena menangis, AN mengatakan, kenapa kamu menangis. Korban menjawab, dimarahi orangtau karena terlambat mengaji. AN kemudian mengajak korban ke Lt III Rusunawa. AN menyarankan kepada ibunya agar tidak memarahinya dan memperbolehkan korban masuk ke rumah. Setelah itu, AN melihat korban turun ke bawah, sementara AN kembali ke rumahnya. Sekira pukul 21.30 WIB, AN melihat korban berada di atas beca di lokasi Rusunawa. Dia menyuruh korban pulang, karena hari telah malam. Saat itu korban tidak mau pulang dengan alasan takut dimarahi ibunya. Lalu AN membujuk korban sambil meraba-raba bahagian sensitif korban. Setelah itu, saat mau pulang, korban minta uang Rp15.000, namun AN hanya memberikan Rp10.000. Karena hanya Rp10.000, korban tidak menerimanya. AN kemudian menambahnya Rp5000 lagi dan korban pun pulang ke rumahnya,” terang Sormin.

Tak lama kemudian, kakak kandung korban marah dan menyebut AN telah mencabuli adiknya. Dan saat itu juga, korban melemparkan uang Rp15.000 kepada tersangka. “Tersangka telah mengakui perbuatannya. Menurutnya, dia khilaf,” pungkasnya.

Kini, tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga dan dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dari Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button