Berita

Butuh Uang untuk Beli Susu Anak, Nekat Curi Kreta Tetangga

FaseBerita.ID – Masih ingat dengan DB, pencuri Laptop dan HP yang ditangkap saat mencuri kreta bersama dua temannya. Kedua temannya berinisial AMH alis AD (33) warga Jalan Kenanga atas Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara. Kemudian, BW (24) warga Jalan Patuan Anggi Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.

Ketiganya mencuri kreta milik Rosmina Sipahutar (39) yang diparkir suaminya, Jonner Maruli Tua Silaban di bawah pohon mangga dekat rumahnya di Jalan Kenanga atas, Senin (24/2) sekira pukul 18.30 WIB.

“Ketahuannya, keesokan harinya, sekira pukul 06.00 WIB, saat Jonner mau ke pasar. Saat di parkir, kreta tidak dikunci stang,” kata Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Sabtu (7/3) lalu.

Setelah menerima laporan, ketiga pelaku ditangkap dari lokasi yang berbeda. “Yang pertama ditangkap adalah DB. Kemudian AMH, diamankan dari rumahnya. Dan BW diamankan saat naik kreta di Jalan Patuan Anggi. Mereka diamankan, Minggu (1/3),” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui rencana pencurian timbul saat ketiga pelaku sedang asyik minum tuak masak atau tuak Nias di Jalan Yos Sudarso, Senin (24/2) sekira pukul 23.00 WIB. Saat itu AMH mengeluh kepada DB, butuh uang untuk membeli susu anaknya.

Usai minum tuak, ketiganya pulang berboncengan menggunakan kreta milik DB. Saat tiba di sekitar rumahnya, AMH mengajak DB dan BW untuk mencuri kreta milik tetangganya, Rosmina. “Ini sajalah kita kerjai, karena aku tahu, kreta ini sering kupakai dan kunci apa saja bisa masuk. Biar aku yang memantau dari atas, kata AMH. BW memantau dari bawah jalan dan DB yang mengambil kreta,” ungkap Sormin.

Ketiganya lalu menjual kreta tersebut ke Jalan Yos Sudarso seharga Rp350.000. “DB membonceng BW dengan kreta curian. Sedangkan AMH membawa kreta DB. Mereka menjualnya di depan sebuah karaoke keluarga di Jalan Yos Sudarso,” pungkasnya.

Setelah ketiganya tertangkap, penadah kreta curian tersebut menyerahkan barang bukti ke Polres Sibolga.
Dari catatan Kepolisian diketahui, DB pernah dihukum tahun 2008 yang lalu dalam kasus pencurian. Dihukum selama 1,5 tahun di Lapas Tukka.

Setelah DB, dari hasil pemeriksaan BW dan AMH juga ditetapkan sebagai tersangka. DB ditahan di RTP Polsek Sibolga Sambas terkait kasus pencurian Laptop dan HP. Sementara AMH dan BW ditahan di RTP Mapolres Sibolga. Keduanya dikenakan pasal 363 ayat 2 Jounto Pasal 55 dan 56 dari KUHPidana. Dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button