Berita

Bus TTI Kontra Truk Fuso Satu Tewas, Enam Luka-luka

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Medan Km 3,5 tepatnya depan SPBU Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba, Senin (11/11/2019) dini hari sekira pukul 04.00 WIB. Dalam peristiwa ini satu tewas, enam luka-luka.

Informasi dihimpun, Gunawando H Butar-butar (31) warga Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Simarimbun meregang nyawa setelah bus CV Tao Toba Indah (TTI) BK 1457 KP yang dikemudikannya bertabrakan dengan truk mitsubishi Fuso BB 8210 BC bermuatan batu, Senin dini hari (11/11/2019) sekira pukul 04.00 WIB.

Truk Mitsubishi Fuso tersebut dikemudikan oleh Tohap Marlundu Nababan (30) warga Desa Nagasaribu I, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbahas.

Naas, usai kejadian, Gunawando H Butar-butar meninggal di tempat. Sementara enam korban lainnya mengalami luka-luka. Lima di antaranya dilarikan ke RS Horas Insani dan satu orang dilarikan ke Medan karena mendapat luka serius.

Adapun keenam korban luka-luka yakni Dodi Irawan Nasution (32) warga Kabupaten Langkat, Ronald Tigor Siregar (41) warga Tebing Tinggi, Abdul Rohim (34) warga Pasar Dolok Sanggul, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas bersama istrinya Dipon Abian Nandarna dan anaknya Gibran Simatupang (12) serta Azzarudin Panjaitan (20) warga Sungai Berombang, Kecamatan Sungai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu.

Sebelum kecelakaan itu terjadi, awalnya bus CV TTI berisi delapan penumpang. Mereka datang dari Medan menuju arah Dolok Sanggul. Setiba di SPBU Jalan Medan Km 3,5 tepatnya di SPBU depan RS Horas Insani, korban singgah untuk mengisi BBM.

Namun, begitu korban keluar dari SPBU, Gunawando diduga langsung tancap gas dan menabrak korban. Kemudian menabrak bagian samping sebelah kanan truk fuso yang dikemudikan Tohap yang melaju dari arah berlawanan. Saat itu, korban diduga terlalu mengambil jalur terlalu ke kanan.

Bruakkk. Mendengar peristiwa itu, warga berbondong-bondong mendatangi TKP. Hanya saja Gunawando ditemukan sudah tewas bersimbah darah di aspal.

Kanit Laka Satlantas Polres Siantar Aipda Marojahan Nainggolan bersama dua personel piket langsung turun ke TKP. Lalu mengevakuasi jenazah Gunawando ke RSUD dr Djasamen Saragih untuk dilakukan visum.

Sementara Tohap Marlundu Nababan, supir Truk Mitsubishi Fuso yang juga ditemui di lokasi kejadian mengatakan, sebelum tabrakan itu terjadi, dengan jarak beberapa meter, ia sudah melihat bus CV TTI yang melaju dari arah berlawanan mengambil jalur terlalu ke kanan dengan kecepatan tinggi.

Sehingga membuatnya mengerem laju truknya, bahkan mengambil jalur ke kiri. Akan tetapi, tetap saja bus CV TTI melaju ke kanan dan menabrak bagian samping belakang truk.

“Aku baru memuat 9 ton batu dari PT Daung di Tarutung dan mau mengantarkannya ke Tanjung Morawa. Aku sudah mengerem. Bahkan mengambil jalur kiri. Tapi bus CV TTI melaju ke kanan dengan kencang dan menabrak bagian samping kanan truk yang kubawa,” ujar Tohap.

Jenazah Dibawa ke Samosir

Amatan wartawan, di Ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih, isak tangis keluarga korban pecah begitu tiba di rumah sakit. Istri korban yang kini tengah hamil tak mampu membendung airmatanya. Dia memeluk jenazah suami yang dicintainya itu.

“Kasihan ibu itu. Anaknya dua dan masih kecil-kecil. Satu umur 3,5 tahun, satunya lagi masih satu tahun. Istrinya itu Boru Situmeang (28) dan sekarang lagi hamil,” ujar warga yang megaku kenal dengan keluarga korban.

Setelah dilakukan visum, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Jalan DI Panjaitan. Namun, hanya sebentar disemayamkan di sana. Selanjutnya jenazah dibawa ke Samosir, ke kampung kelahirannya. (Mag-03/des)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button