Berita

Buruh Demo PT SKL Diduga Terkait Anggota DPRD yang Dilaporkan

TAPSEL, FaseBerita.ID – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Tapanuli Selatan dipimpin Jefri Simanjuntak, Selasa (12/11/2019), berdemonstrasi ke perkebunan PT Samukti Karya Lestari Muara Batangtoru. Mereka menuntut agar perusahaan yang beralamat di Kelurahan Muara Ampolu itu mencukupi hak normatif buruh.

Aksi unjukrasa damai diserta mogok kerja itu digalang DPC SBSI Tapsel dan ketua SBSI Tapsel Jefri Simanjuntak menjadi penanggungjawab serta Koordinator lapangan Jhonson Pardosi, Asrin Simanjuntak, dan Tenang Roha Sidabutar, serta Arsula Gultom dengan jumlah massa kurang lebih 250 orang.

Tuntutannya, meminta kepada PT Samukti Karya Lestari memenuhi hak normative buruh tentang bonus, peralatan kerja, hak untuk cuti, PKWTT, premi panen, BPJS, Bus Sekolah, dan basis kerja yang diklaim selama ini tidak sesuai lembur.

Beberapa saat melakukan unjuk rasa, perusahaan perkebunan ini pun akhirnya menerima perwakilan massa untuk mediasi pada pukul 10.00 WIB di ruang Aula Rapat Kantor PT SKL.

Di dalam ruang rapat ini, diikuti Kabag Ops Polres Tapsel Kompol Sutoyo, Kabag Ren AKP Drs Maimun, Kasat Narkoba Polres Tapsel AKP Zulfikar, Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Antonius Alexander Putra, Kapolsek Batangtoru AKP Daulat MZ Harahap, Danramil Batangtoru Kapten Czi Pahlawan Nasution. Kemudian dari PT SKL ada Kepala Regional Control Dwi Wijianto, Manager Kebun Herman Eto Setopo dan M Injar Nasution serta Manager HRD Agus Ardiansyah.

Adapun perwakilan SBSI, Buruh dan karyawan di antaranya, Ketua SBSI Sumut Arsula Gultom, Ketua SBSI Tapsel Jefri Simanjuntak dan Perwakilan Karyawan PT SKL Parota Hulu, Tumiar Manalu, Marinus Bulolo dan Dermawati Manalu

Ada 12 poin yang disampaikan dalam mediasi ini di antaranya, Premi panen akan diberikan tanggal 1 Januari 2020. Peralatan kerja sudah dilengkapi dan akan diberikan pada bulan Februari mendatang. Cuti akan diberikan kepada buruh setiap tahunnya.

Kemudian Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWTt) akan dikondisikan oleh pihak PT SKL. BPJS sudah diberikan kepada beberapa buruh dan akan segera didaftarkan bagi yang belum mendapatkan BPJS. Bus sekolah akan ditambah satu lagi dan akan dioperasionalkan tahun 2020. Lembur akan diberikan sesuai dengan jam kerja dilaksanakan.

Baca sebelumnya: Diduga Halangi Tugas Kepolisian, Oknum Anggota DPRD Tapsel Dilaporkan

Selanjutnya, perumahan yang dalam keadaan rusak akan diperbaiki oleh pihak PT SKL, untuk air minum akan diupayakan menggunakan air PAM. Dan Pihak PT SKL tidak bisa memberikan bonus dikarenakan masih dalam keadaan rugi. Terakhir, Pos keamanan yang rusak akan diperbaiki dengan bangunan semi permanen. Serta buruh yang tidak mendapatkan beras diberikan ke dalam gaji.

Di antara kesemua kesepakatan tersebut belum disetujui oleh buruh PT SKL dan SBSI Tapsel. Pada pukul 19.00 Wib Massa pengunjuk rasa telah membubarkan diri dan sebaliknya akan melaksanakan aksi unjuk rasa lanjutan pada Rabu (13/11) di Kantor PT SKL. Demo masih berlangsung dengan tuntutan yang sama.

Sementara itu, dari informasi yang didapat. Unjukrasa ini berkaitan juga dengan pelaporan pencurian hasil kebun oleh PT SKL dan pelaporan dugaan pencegatan atau penghalangan tugas yang dilakukan oknum anggota DPRD Tapsel berinisial RS oleh seorang anggota kepolisian dari Brigade Mobile yang bertugas BKO di perkebunan itu.

Namun sayangnya, kami belum berhasil mewawancarai langsung terhadap sejumlah koordinator dalam aksi unjuk rasa ini. Diantaranya Asrin Simanjuntak, Jhonson Pardosi, Arsula Gultom dan Tenang Roha Sidabutar. Kami juga telah menghubungi nomor kontak mereka yang kami terima, belum ada yang memberikan tanggapan.

Kapolsek Batangtoru AKP DMZ Harahap, aksi unjukrasa buruh dan karyawan PT SKL itu masih berlangsung.

Namun terkait kasus pelaporan oleh anggota kepolisian terhadap anggota DPRD Tapael. Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Alexsander Piliang mengungkapkan bila pihaknya baru menerima laporan itu pada Selasa kemarin.

Dan untuk pemeriksaannya sudah mulai dan akan meminta keterangan beberapa saksi pada Kamis (14/11/2019) ini.

“Kita akan meminta keterangannya besok (hari ini,red). Yang sudah diamankan ada, tapi nanti saya hubungi lagi karena masih berada di Simangambat,” ungkapnya dari sambungan telepon. (san)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close