Berita

BURT DPR RI Dorong RSHI Tingkatkan Pelayanan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Badan Urusan Rumah Tangga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia  (BURT DPR RI) mengunjungi Rumah Sakit Horas Insani (RSHI). Ini berkaitan dengan kerjasama asuransi Jasindo selaku instansi yang menjamin kesehatan DPR RI dengan Rumah Sakit. Pimpinan rombongan, DR Anthon Sihombing berharap ke depannya pelayanan bisa semakin meningkat.

Anthon Sihombing mengatakan, keberadaan RS di Sumatera Utara khususnya Siantar-Simalungun cukup berpotensi bersaing dengan RS yang ada di luar negeri. Untuk itu perlu ditingkatkan fasilitas dan jumlah dokter spesialis. Dan mengenai RS Horas Insani, sebagai salah rumah sakit yang telah bemitra dengan Jasindo selaku asuransi yang mengcover biaya pelayanan kesehatan DPRI, pun patut diapresiasi.

“Banyak rumah sakit di berbagai daerah kita yang ada anggota DPR-nya kita jalani dan dari Sumut ini 31 orang DPR, dan saya dan keluarga sakit selalu bawah ke sini (RSHI). Pemerintah membayar ke Jasindo dan nanti membayarkannya kepada rumah sakit mitra. Biasanya nama-nama anggota DPR ada tertera” ucapnya, Rabu (5/3) saat berada di RSHI.

Ia berharap kehadiran BURT DPRD RI bisa memotivasi RS di Sumut khusus RSHI agar lebih memberikan pelayanan ekstra sehingga siapapun yang sakit tidak mesti mencari RS di daerah lainnya apalagi sampai keluar negeri. Diyakininya, perhatian DPR RI ke Pematangsiantar bisa menaikkan taraf hidup masyarakat apalagi dengan adanya pembangunan jalan lingkar Outer ringroad.

“Sebagaimana fungsi kami, BURT mengurus kesehatan keluarga anggota DPR RI. Saya sendiri di Komisi V tetap memperhatikan kota ini. Makanya dana sebesar Rp480 milyar kita usulkan ke jalan lingkar. Kemudian, Terminal Tanjung Pinggir sudah ditangani pemerintah pusat. Tahun ini saja ada Rp3 milyar dana kita ketuk agar terminal itu dapat maksimal. Semua harus dibenahi,” ucapnya di hadapan jajaran RSHI dan rombongan DPR RI, antara lain Heri Agung dan Amsori Siregar.

Dalam kesempatan yang sama, Efendi Saragih selaku Dirut menyampaikan profil RSHI, mulai dari spesialis yang dapat ditangani sesuai keberadaan dokter dan juga fasilitas penunjang dan upaya peningkatan pelayanan terus dilakukan sehingga dapat menjamin kesehatan pasien. Sementara dokter Petrus, selaku salah satu pemilik saham menyinggung sistem pembayaran BPJS Kesehatan.

“Rumah sakit ini berdiri sekitar tahun 2000 yang dipelopori sebanyak 19 orang, kami berusaha memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dan dengan ditunjuknya RSHI sebagai mitra Jasindo dalam melayani DPR RI dan keluarganya akan diupayakan berjalan sebaik mungkin sehingga pelayanan tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi anggota DPR memperjuangkan hak atau aspirasi masyarakat,” ucapnya.

Peserta BPJS Kesehatan, tambahnya, juga dilayani sebaik mungkin tanpa cacat dengan mengutamakan keselamatan pasien.  Namun keberadaan BPJS Kesehatan sangat menimbulkan masalah karena lambatnya klaim. Terhitung sudah  5 bulan tak dibayar. Sementara selama itu RS harus membayar gaji dan biaya perawatan peralatan.

Dengan kondisi itu bisa membuat RS bangkrut. “Betul ada kemudahan dari Perbankan memberikan pinjaman. Namun tetap harus bayar bunga yang dibebankan sekitar 2 persen. Sementara obat-obatan harus dibeli. Pada sisi lain, pembelian obat menjadi kendala jika tidak ada uang kes. Kita berharap masalah ini dapat ditangani lewat DPR RI,” terangnya.

Menanggapi itu, salah satu anggota DPR RI Ansori Siregar mengatakan akan mencoba membahas masalah tersebut. Dan terkait kehadiran mereka meninjau kelayakan rumah sakit mitra Jasindo, ia menilai RSHI cukup memadai. Namun perlu penambahan fasilitas dan dokter. Dirinya berjanji akan membicarakan ini juga ke Gubernur sehingga ada perhatian, baik penempatan dokter dan penambahan fasilitas. (pam)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button