Berita

Buron 4 Bulan, Penganiaya Polisi Ditangkap di Medan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – AZH (18), penganiaya Aiptu Maman Lubis yang dikeroyok saat membubarkan dua kelompok anak-anak yang hendak tawuran di Jalan Tenggiri, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Selasa (21/5/2019) lalu, akhirnya ditangkap. Sebelumnya seorang pelaku berinsial ES sudah berhasil diamankan beberapa waktu lalu.

Saat penangkapan terdahulu, AZH sempat kabur. Setelah diburon selama 4 bulan, AZH tersebut berhasil ditangkap di Medan oleh tim Polres Sibolga, Selasa (16/7/2019).

Setelah menjalani pemeriksaan, pria yang merupakan warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Gang Bagan, Kelurahan Pasar Belakang, Sibolga Kota, tersebut akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Sempat buron, sekarang sudah kita amankan dari Medan,” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Jumat (19/7/2019).

Diterangkannya, penangkapan tersangka bermula dari informasi yang diperoleh dari masyarakat. Awalnya, tersangka berpindah-pindah dari satu ke kota yang lainnya. Hingga akhirnya, tersangka berangkat ke Medan menemui salah seorang kerabat dekatnya.

“Ada beberapa Kota yang sudah dijalaninya. Dari sini, pindah ke sini, baru ke Medan, di rumah saudaranya,” ungkapnya.

Saat ditangkap, tersangka sedang berjalan di sekitaran Perumahan Taman Setia Budi Indah. Setelah memastikan tersangka benar tersangka pengeroyokan, tim Polres Sibolga kemudian memboyongnya ke Sibolga. “Lagi jalan-jalan dia di kompleks perumahan itu, langsung ditangkap dna dibawa ke Sibolga,” pungkasnya.

Kepada petugas, tersangka mengakui perbuatannya. Dia juga menceritakan, bagaimana caranya memukul Aiptu Maman Lubis.

“Selasa (21/5/2019) sekira pukul 23.00 WIB, tersangka dan dua temannya, termasuk ES berada di Jalan Tenggiri duduk di atas kreta bersama dengan kumpulan anak-anak yang hendak tawuran. Saat itu datang Aiptu Maman hendak membubarkan. Kemudian, ES mengatakan, kenapa kok dikejar kejar. Korban menjawab, kalau terjadi tawuran kamu mau bertanggung jawab, dengan suara agak keras. AZH turun dari kreta dan mengatakan, aku mau bapak lawan, bapak sudah tua. Kemudian korban menjawab, bah kenapa rupanya, nggak senang kau. AZH langsung memukul korban dengan cara meninju bagian mukanya sebanyak 4 kali. Saat itu ES ikut melakukan penganiayaan dengan cara memukul bagian leher belakang korban,” pungkasnya.

Tersangka kini ditahan di RTP Polres Sibolga. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 170 Jounto pasal 351 ayat 1 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan. (ts)

iklan usi



Back to top button