Berita

Bupati Taput Sampaikan Usulan ke Ketua DPRD Sumut

FaseBerita.ID – Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan didampingi Sekretaris Daerah Indra Sahat Simare-mare menerima kunjungan kerja (kunker) Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting bersama para anggota DPRD SU asal Dapil IX dalam rangka pendampingan dan pengawasan pendistribusian Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Pada kesempatan itu Bupati Taput menerangkan kondisi penyebaran Covid-19 di Tapanuli Utara serta dilanjutkan penyaluran bantuan sosial tahap I yang bersumber dari APBD Sumatera Utara yang telah dilaksanakan bersama e-warung.

“Saya melihat bahwa sebelumnya penyaluran berbagai bantuan sembako oleh e-warung telah dilaksanakan dengan baik, sehingga kita menggandeng mereka dalam penyaluran Bansos Provinsi berupa sembako tersebut. Sejak awal saya selalu tekankan tidak boleh Rp1 pun dikorupsikan, tidak boleh ada pengurangan nilai bansos dan kita juga selalu memantau pekerjaan mereka, kami juga telah menyampaikan laporan ini kepada Pak Gubernur,” jelas Bupati bertempat di Sopo Rakyat Kanopi Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Rabu (29/7) lalu.

Dikatakan, terkait rencana Bansos Tahap II selanjutnya, kami sudah menyampaikan usulan kepada Bapak Gubernur agar dalam bentuk bibit ternak dan bibit pertanian saja. Hal ini sekaligus untuk mendukung program ketahanan pangan yang sedang giat-giatnya kita laksanakan. Apabila usulan ini diterima, kita akan bahas bagaimana mekanisme penyaluran dan bersama-sama menjaga agar penyaluran ini berjalan dengan baik.

Bupati juga menjabarkan 3 kebijakan yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam upaya penanganan Covid-19, yaitu penambahan berbagai sarana di RSUD Tarutung seperti ruang isolasi dan ruang operasi dalam kesiapan sebagai rumah sakit rujukan dan program peningkatan ketahanan pangan serta program recovery ekonomi.

“Ketahanan pangan perlu dibangkitkan melalui pengadaan bibit tanaman, bibit ikan dan ternak termasuk melakukan operasi pasar untuk menjaga harga tetap stabil. Recovery ekonomi kita persiapkan dengan mulai membuka tempat pariwisata, tempat ibadah termasuk pelaksanaan pesta adat karena melibatkan banyak tenaga kerja sebagai sumber penghidupannya. Pelaksanaan pesta adat diawasi dengan ketat sesuai dengan SOP kesehatan yang telah kita tetapkan, termasuk pelaksanaan adat penguburan bagi yang bukan disebabkan covid,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, bupati menyampaikan usulan pembangunan fisik terkait pemeliharaan jalan provinsi di Kabupaten Tapanuli Utara yang kondisinya sudah dalam rusak seperti Simpang Empat Hutabarat Tarutung-Sipahutar, Pangaribuan-Garoga, Muara-perbatasan Bakkara, Siborongborong-Sipahutar, dan usulan pembangunan drainase dan irigasi untuk pertanian seperti drainase sungai Aek Sigeaon, Aek Situmandi Kecamatan Siatas Barita serta irigasi Aek Siborgung.

“Kami menyampaikan usulan pemeliharaan beberapa ruas jalan dan pembangunan irigasi dan berharap agar hal ini kita perjuangkan bersama hingga presiden dan pemerintah pusat. Kami menilai usulan ini sangat penting karena termasuk mendukung program ketahanan pangan yang sedang kita laksanakan, kita harus melakukan antisipasi apabila terjadi krisis pangan,” ujarnya.

Lanjut bupati, pihaknya juga bermohon usulan pembukaan akses jalan strategis dari Garoga menuju kawasan Danau Toba hingga Tapanuli Tengah, Garoga menuju Kawasan Ekonomi Sei Mangke. Percepatan pembangunan Sumatera Utara perlu konsep bagaimana kabupaten/kota bisa bangkit dengan keindahan sumber daya alam yang dimiliki semua daerah termasuk di Tapanuli Raya.

Kemiskinan di Tapanuli ini dapat diatasi dengan mendirikan universitas negeri, universitas negeri Tapanuli Raya ini nanti akan dibagi sesuai dengan kondisi masing-masing daerah, kita butuh dukungan DPRD dan Gubernur untuk mengusulkan kepada Penerintah Pusat, kita sedang melaksanakan kajian-kajian termasuk akademis dalam hal transformasi Institut Negeri yang ada sekarang ini. Saya berharap dukungan Gubernur dan DPRD Sumatera Utara memperjuangkan universitas ini hingga pemerintah pusat.

“Semoga usulan-usulan kami ini mendapat dukungan penuh DPRD Sumut, kita harapkan dukungan DPRD Sumatera Utara menuju Tapanuli Raya yang mandiri dan berdikari. Kami mengucapkan terimakasih, kiranya usulan kami ini segera ditindaklanjuti. Mari kita tinggalkan ego kita masing-masing, kami berharap banyak atas dukungan untuk membangun Tapanuli Raya dan Sumatera Utara. Mari saling mendukung satu sama lainnya,” akhir sambutan Bupati yang dilanjutkan dengan menyerahkan langsung proposal usulan kepada Ketua DPRD Sumut.

Dalam arahan Ketua DPRD Sumut mengatakan kesiapannya dalam mengawal berbagai usulan Bupati Tapanuli Utara dan yakin pembangunan ini mampu mensejahterakan masyarakat.

“Kami sangat bangga atas penyambutan Bapak Bupati bersama seluruh jajarannya, semoga Tapanuli Utara semakin maju. Kita siap mengawal usulan-usulan Bupati, kita juga akan menyesuaikan dengan kesiapan anggaran terkait kondisi covid saat ini. Kita berharap Bansos yang bersumber dari dana APBD Provsu tepat sasaran dan mampu mengurangi penderitaan masyarakat pada masa pandemi saat ini. Kita setuju dengan usulan Bapak Bupati agar Bansos tahap II tidak berupa sembako dan bantuan dialihkan untuk membangun kembali UMKM termasuk pertanian. Kami melihat laporan pelaksanaan penyaluran Bansos tahap I terlaksana dengan baik dan hasilnya cukup baik,” ucap Baskami Ginting.

Jubel Tambunan sebagai perwakilan anggota DPRD-SU asal Dapil IX mengucapkan siap mengawal usulan daerah, siap bekerjasama dengan Pemerintah untuk membangun Kabupaten Tapani Utara.

Di akhir kunker tersebut, Ketua DPRD-SU menyerahkan bantuan masker sebanyak 1.000 lembar yang diterima langsung oleh Bupati Tapanuli Utara. (as/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button