Berita

Bupati Bakhtiar Resmikan Jembatan Termegah di Tapteng

TAPTENG, FaseBerita.ID – Meresmikan jembatan termegah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bernama Hamzah Al-Fansuri yang berada di Kecamatan Barus, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani merasa bahagia dan terharu hingga meneteskan air mata.

Peresmian jembatan Hamzah Al-Fansuri yang memiliki panjang 100 meter dan lebar kurang lebih 10 meter dengan alokasi dana Rp52 miliar pada Selasa (31/12) itu, menjadi catatan sejarah baru yang diukirkan oleh Bupati Tapteng. Dimana sejak hari itu, masyarakat Tapteng telah memiliki salah satu Ikon baru.

Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani yang saat itu menyampaikan sambutannya, tak dapat membendung air matanya hingga menetes karena merasa bangga atas kerja kerasnya selama ini dan didukung masyarakat, akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan dan nyata, Tapteng memiliki sejarah baru.

“Hari ini saya meneteskan air mata, tapi air mata itu adalah air mata kebahagian dan bukan air mata ketakutan,” ujar Bakhtiar.

“Dulu hanyalah mimpi, hari ini kita tunjukkan, kita harus bangkit dan melawan mimpi dan khayalan itu kini menjadi kenyataan. Rp52 miliar kita curahkan uang untuk membangun jembatan menghubungkan 4 desa, yakni Desa Kampung Mudik, Desa Ujung Batu, Desa Bungo Tanjung, dan Desa Kinali,” kata Bakhtiar.

Bakhtiar juga menegaskan, pada tahun 2021 akan kembali membangun jembatan lagi yang menghubungkan Desa Bungo Tanjung dan Desa Ladang Tengah. Dan itu adalah wujud kecintaannya kepada Tapteng, terus melakukan pembangunan.

“Kalau Allah SWT mengizinkan dan saya yakinkan ketika masih ada di pundak kami tanda jabatan dan ada simbol-simbol kekuasaan, tahun 2021 kami yakinkan diri kami akan kami bangun Jembatan Bungo Tanjung dan Ladang Tengah. Saya tidak peduli nanti malam tidak bupati, saya tidak pikirkan besok pagi masih kaya atau bukan, yang saya pikirkan, setiap nafasku, setiap hariku hanya memikirkan kampung halaman yang kucintai ini, Kabupaten Tapanuli Tengah yang kita cintai ini,” tuturnya.

Bakhtiar juga menegaskan, pembangunan yang akan dilakukannya tidaklah hanya sebatas pembangunan atau program dalam hayalan saja, namun pembangunan yang akan dilakukannya adalah pembangunan nyata dan harus tercapai.

“Sudah cukup kita hidup di angan-angan dan mimpi, sudah cukup kita berpuluh-puluh tahun menghabiskan uang di hayalan dan mimpi. Ratusan miliar uang Kabupaten Tapanuli Tengah tidak berwujud, hanya di proyek angan-angan dan mimpi semua. Kita dininabobokkan dengan puluhan program bahkan ratusan program, satu pun sampai saat ini tidak terwujud nyata di Kabupaten Tapanuli Tengah. Tetapi hari ini, kami yakinkan. Tahun 2017 yang lalu, kami sampaikan pada kampanye dengan Wakil Bupati di hadapan puluhan ribu masyarakat di Lapangan Merdeka Barus, bahwa kami berjanji akan mewujudkan jembatan yang akan menghubungkan Kinali, Bungo Tanjung, Kampung Mudik, dan Ujung Batu. Hari ini kami pastikan dan dihadapan kita jembatan itu berdiri Saudara-saudaraku,” katanya.

Bakhtiar menjelaskan, adapun alasan peresmian jembatan Hamzah Al-Fansuri itu dilakukan tepat tanggal 31 Desember 2019, dikarenakan ingin membuat sejarah di Tapteng dengan Ikon baru sebelum tahun 2020.

“Kita mau membuat sejarah sebelum tahun 2020 Tapanuli Tengah memiliki ikon, yakni Jembatan Hamzah Al-Fansuri di Barus. Hari ini, sejarah itu akan tercatat, mimpi itu akan terwujud satu per satu,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Bakhtiar juga menyampaikan terimakasih kepada Pemprovsu yang sebelumnya dipimpin oleh Gubernur Tengku Erry Nuradi yang telah memberikan bantuan keuangan Pemprovsu sehingga jembatan termegah barus itu dapat dibangun.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Provinsi Sumatera Utara, dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara sebelumya, Tengku Erry Nuradi yang telah mencurahkan pulpennya menandatangani agar bisa Bantuan Keuangan Provinsi dianggarkan pembelanjaan daerah Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2018 yang lalu. Itu yang membuat ini terwujud,” katanya.

Dia juga menuturkan, hingga saat ini sedang memperjuangkan dan meyakinkan pemerintah pusat agar pada tahun 2021 pembangunan tembok penahan sungai yang ada di Barus akan dikerjakan.

“Kami akan yakinkan Pemerintah Pusat, mohon doa kita semua bahwa kami atas izin Allah SWT, tahun 2021 akan dimulai pembangunan yang akan dikeloa dan ditenderkan oleh pemerintah pusat 2021 atau 2022, tembok penahan sungai yang akan dibangun kiri kanan di sepanjang sungai yang ada di Barus agar tidak banjir. Jalan-jalan akan kita perbaiki, saya hanya butuh tanah sekitar 4 hektare kalau ada itu di Ujung Batu, Bungo Tanjung atau di Kinali, jalannya akan kita buka Lapangan Merdeka akan kita pindahkan ke situ. Lapangan Merdeka akan kita buat alun-alun Kota Barus, taman-taman indah di Kota Barus, bunga-bunga yang mekar di Kota Barus. Kita akan tunjukkan sejarah bahwa Barus tidak akan tertinggal dan Barus bukan hanya nama sejarah yang ada di masa lalu,” sebut Bakhtiar.

“Saya memang Putra Barus, tetapi yakinlah di semua wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, saya tidak akan memikirkan Barus semata. Saudara-saudara bisa saksikan di kecamatan lain hampir semua selesai pembangunan infrastruktur dua tahun di kepemimpinan kami ini. Kami yakinkan di lima tahun kepemimpinan kami, putra daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami pastikan kalan di Tapanuli Tengah satu pun tidak akan ada yang berlubang. Sudah terbangun pabrik kelapa sawit untuk menampung sawit masyarakat di Sibabangun. Mei 2020 akan dibangun pabrik kepala sawit yang menampung sawit masyarakat di Sirandorung, otomatis harga sawit naik,” katanya.

Bakhtiar juga memastikan, meski tidak lulusan pendidikan bergelar sarjana, tapi ia akan terus berbuat untuk kemajuan Tapteng.

“Saya bukan seorang sarjana, Wakil Bupati juga bukan sarjana. Kami hanya pekerja-pekerja yang tiap hari bekerja hanya memikirkan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah. Kami hanya ingin membangun. Yakinkah, semua Kabupaten Tapanuli Tengah ini akan kita bangun dari ujung ke ujung, 20 kecamatan, 215 kelurahan dan desa adalah kewajiban kami mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah,” tegasnya.

Sebelumnya, M Akhyar Habeahan mewakili masyarakat dalam sambutannya mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani atas terbangunnya jembatan tersebut yang menghubungkan beberapa desa di wilayah itu.

“Kami mewakili masyarakat Desa Kampung Mudik, Desa Bunga Tanjung menyampaikan rasa terima kasih kami yang tidak terhingga atas pembangunan Jembatan Hamzah Al-Fansuri yang berada di tengah-tengah, di antara Desa Kampung Mudik dan Desa Bunga Tanjung,” kata Akhyar.

Akhyar menjelaskan, dibangunnya jembatan Hamzah Al-Fansuri itu membuat masyarakat kini sangat senang, karena sebelumnya bila terjadi banjir, anak sekolah tidak dapat bersekolah karena tidak bisa menyeberang sungai.

“Bagi kami orang-orang tua yang telah berumur lebih kurang 65 tahun merasakan betul betapa manfaat dari pada jembatan ini. Selama ini manakala ada banjir, anak-anak sekolah diliburkan karena tidak bisa menyeberang dari Desa Bungo Tanjung ke Desa Kampung Mudik. Sekarang, telah sama-sama kita lihat,” ucapnya.

Turut hadir pada acara itu, Wakil DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani, Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul, Wakil Wali Kota Sibolga Edi Polo Sitanggang, Anggota DPRD Tapteng, Sekretaris Daerah Tapteng Hendri Susanto Lumbantobing, Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD Pemkab Tapteng dan Pemko Sibolga, camat se Tapteng, lurah dan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat Barus, serta undangan lainnya. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button