Berita

Bupati Bakhtiar: Gubernur Sudah Lakukan Apa?

Tanggapi Pernyataan Gubsu Soal Rakyat Tapteng Miskin

TAPTENG, FaseBerita.ID – Pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang menyebut rakyat Tapteng miskin tidak saja direspon Wakil Bupati Darwin Sirompul. Kini, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani juga angkat bicara.

Kepada wartawan, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan bahwa kemungkinan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi lupa bahwa Tapteng merupakan bagian dari Sumatera Utara. Seharusnya bila pun benar rakyat Tapteng miskin-miskin, gubernur harus menunjukkan program untuk hal itu. “Mungkin gubernur ini lupa Tapteng itu bagian dari Sumatera Utara. Kalau memang masyarakat Tapteng menurut gubernur miskin, carilah solusi sebagai gubernur, bagaimana ini supaya sejahtera, jangan cakap-cakap saja, jangan ngomong-ngomong saja,” ujar Bakhtiar, Rabu (18/12).

“Gubernur mengatakan sewaktu dia mau sosialisasi ke sini saat itu mau kampanye. Saya jawab, saya jadi bupati itu 2017 bulan 5 tanggal 22 dilantik, sementara beliau datang kesini akhir 2017 atau awal 2018. Artinya, baru beberapa bulan saya menjabat sebagai Bupati Tapanuli Tengah,” katanya.

Bakhtiar berharap, pernyataan Gubernur Edy itu bukanlah semata-mata disebabkan karena rasa sentimen pribadi kepada dirinya.

“Saya berharap pernyataan gubernur, bukan karna sentimen pribadi kepada saya, atau kebencian gubernur kepada saya. Saya yakin gubernur tidak sentimen kepada saya dan tidak benci kepada saya. Karena sama-sama kita ketahui, gubernur saat mencalon kalah telak di Tapanuli Tengah,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, kepada wartawan Bakhtiar memaparkan beberapa program kerja yang telah dilaksanakannya selama menjabat sebagai Bupati Tapteng bersama Wakil Bupati Darwin Sitompul. Dan juga mempertanyakan apa yang telah dilakukan Gubernur Edy selama menjabat.

“Saat ini perlu kami sampaikan, selama kami jadi bupati kami telah menutup 973 tempat maksiat yang sudah puluhan tahun ada di Tapanuli Tengah. Artinya kalau kami tidak sayang, sudah barang tentu tidak kami tutup. Artinya, ada uang 973 juta uang masyarakat Tapteng yang kami selamatkan setiap malam. Pertanyaannya, gubernur sudah lakukan apa untuk itu? Yang kedua, apakah gubernur pernah menutup tempat lokalisasi, tempat-tempat maksiat yang ada di Kota Medan?” katanya.

Selain itu, Bakhtiar juga menyebutkan telah menggalakkan Perdes dan Peraturan Kelurahan serta Peraturan Bupati setelah nanti selesai Perdes yang menyatakan bahwa setiap orang yang ketahuan menggunakan narkoba sejak tanggal 1 Januari 2020 akan diusir dari Kabupaten Tapteng selama 15 tahun, dan apabila sebagai bandar akan diusir seumur hidup dari Kabupaten Tapteng.

“Pertanyaannya, apa yang sudah gubernur lakukan terkait peredaran narkoba di Sumatera Utara?” ucapnya.

“Kami lagi membangun infrastruktur di Tapanuli Tengah, sudah ratusan miliar kami bangun untuk infrastruktur jalan dan lain sebagainya tanpa ada bantuan keuangan dari provinsi selama Edy Rahmayadi menjabat gubernur,” kata Bakhtiar.

Bakhtiar juga mempersilahkan Gubernur Edy melakukan studi banding di Tapteng untuk melihat kinerjanya.

“Silahkan pak gubernur datang berstudi banding ke Tapanuli Tengah, bahwa ada rumah sakit di Tapanuli Tengah ini, sejak kami beberapa tahun lalu. Sudah hampir setahun kami melaksanakan bahwa setiap 1 keluarga pasien yang menjaga pasien, 3 kali makan gratis 1 hari. Pertanyaannya, gubernur apa sudah melakukan itu? Kami juga lagi membedah rumah penduduk yang tidak layak, sekitar 40 dan selesai, anggarannya sekitar 35 juta per unit,” ucapnya.

Lebih lanjut Bakhtiar memaparkan, sejak menjabat sebagai Bupati Tapteng, ia telah menggalakkan zakat untuk membantu umat Islam jelang Lebaran, dan menggalakkan tali kasih untuk membantu warga Kristiani saat menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Kita juga meminta perusahaan-perusahaan untuk menyisihkan CSR-nya kepada masyarakat dan itu sudah kami laksanakan, pertanyaannya, apakah gubernur sudah melaksanakan hal sedemikian?” kata Bakhtiar lagi.

“Kami sampaikan kepada gubernur, kami masyarakat Tapanuli Tengah, membutuhkan bimbingan. Saya selaku bupati membutuhkan arahan dari gubernur, bukan cakap-cakap saja, bukan marah-marah saja, tapi solusi. Dari gubernur itu bupati/wali kota membutuhkan solisi percepatan pembangunan, bukan marah-marah, bukan cakap-cakap saja dan bukan menyalahkan siapa-siapa,” sebutnya.

Atas pernyataan Gubernur Edy yang sempat menyinggung soal kinerja Bupati Tapteng itu. Bakhtiar meminta agar dilakukan survei independen melihat kinerja yang telah dilakukannya di Tapteng dan apa yang telah dilakukan Gubernur Edy sejak menjabat.

“Tolong tanyakan kepada gubernur selama beliau menjabat kurang lebih 1 setengah tahun, apa yang dilakukannya di Sumatera Utara? Kami minta diadakan survei independen, dilakukan tim, baik dari pusat maupun tim dari Universitas Sumatera Utara atau tim lain yang ditunjuk secara independen, apa yang dilakukan gubernur selama dia menjabat, apa yang kami lakukan selaku bupati semenjak kami menjabat,” kata Bakhtiar.

Meski demikian, Bakhtiar berharap atas pernyataan Gubernur Edy tersebut masyarakat Kabupaten Tapteng yang dicintainya agar tetap kondusif.

“Kami minta Tapanuli Tengah kondusif saja, biarkan gubernur bercakap-cakap dengan keinginannya, itu hak beliau selaku gubernur. Hak kita mempelajari apa cakap-cakap gubernur ini, apa perlu kita dengar, apa perlu kita cermati dan apa perlu kita luruskan. Kita sebagai masyarakat dan kita sebagai bupati, kami pastikan kami cinta kepada rakyat kami,” tuturnya.

“Dan kami juga mengundang secara terbuka, dan melihat secara nyata, bahwa ada jalan-jalan di Tapanuli Tengah, yaitu jalan provinsi sumatera utara yang sangat banyak hancur, dan banyaknya jalan-jalan hancur di kabupaten/kota lain yang tugas Provinsi Sumatera Utara tolong itu jadi perhatian gubernur untuk diperbaiki,” harap Bakhtiar.

Dia meyakini, bahwa apa yang disampaikan Gubernur Edy bertujuan baik, namun diharapkannya cara berkomunikasi Gubernur Edy dapat lebih baik.

“Kami yakin tujuan gubernur baik, penyampaiannya yang kurang baik. Sebab itu kami sampaikan, pak gubernurnya tolong belajar berbicara dengan baik dan sopan, kami hormat dan sopan kepada gubernur, begitu juga kami berharap kepada gubernur belajarlah sopan dan beretika ketika berbicara, kami tidak bisa mengajari gubernur, tapi kami hanya bisa mengingatkan selaku bawahan bahwa belajar sopan itu lebih baik,” tutupnya.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyinggung kondisi masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Edy menyebut kemiskinan masih menjadi persoalan di Tapteng. Hal itu sebagaimana dikutip dari salah satu media nasional.

“Waktu saya mau jadi gubernur, dibawa saya sama relawan ke Tapanuli Tengah. Begitu saya masuk ke sana, orang miskin semua. Nggak jadi saya kampanye,” kata Edy di Aula Raja Inal Siregar kantor Gubernur, Jl Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (17/12). (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button