Berita

Bupati Apresiasi Anggota Paskibra Sayang Simorangkir

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor akhirnya memberi bantuan kepada Sayang Khamesi Simorangkir, anggota Paskibra Kecamatan Parlilitan sebagai bentuk apresiasi atas sikap nasionalis yang diperlihatkannya baru-baru ini.

Dosmar menyerahkan bantuan berupa satu unit Laptop kepada Sayang Khamessi yang sengaja diundang pada kegiatan sosialisasi peningkatan sumber daya manusia yang unggul bagi seluruh guru dan kepala sekolah se-kecamatan Parlilitan yang digelar di Balai Pertemuan Kantor Camat Parlilitan, Kamis (22/8/2019) sekira pukul 14:00 WIB. Turut hadir bersama Sayang, Kepala SMAN 1 Parlilitan Panutur Simorangkir.

Bersamaan dengan itu, hal serupa juga dilakukan oleh Purna Paskibra Indonesia Kabupaten Humbang Hasundutan. Salah seorang perwakilan Purna Paskibra bersama Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Humbahas Jonni Waslin Purba menyampaikan bingkisan kepada Sayang sebagai bentuk penghargaan dan ucapan turut berdukacita terhadap rekan juang mereka.

Kepada Sayang, Dosmar menyampaikan turut berdukacita yang dalam atas kepergian ibu Sayang. Dosmar juga mengapresiasi pengorbanan yang dilakukan Sayang. Dimana, Sayang rela mengorbankan waktu dan perasaannya untuk mengibarkan bendera Merah Putih walau dalam situasi dirundung duka. Menurutnya itu menjadi kebanggaan serta sikap yang patut dicontoh, terutama generasi muda.

“Kami mengucapkan turut berdukacita. Kebetulan adek kita ini sekolah di Humbang Hasundutan. jadi, kami hadir memberikan sedikit perhatian. Mudah-mudahan ke depan, adek kita ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Bagaimana Dia boleh mengorbankan waktunya dan perasaannya hanya untuk mengibarkan bendera Merah Putih.
Dosmar juga mengatakan dalam era sekarang ini sangat jarang ditemukan orang yang rela berkorban untuk bangsa, baik itu waktu maupun perasaan. “Hal ini sangat sulit. Pasti di antara kita banyak yang tidak mau berkorban,” ujarnya.

Senada dikatakan Kadispora, Jonni Waslin Purba. Dikatakan, bahwa Paskibra merupakan binaan Dinas Pemuda dan Olahraga. Jadi, sebagai kepala OPD yang membidangi sudah sepatutnya dirinya merasa bangga dan kagum terhadap jiwa nasionalis yang dimiliki Sayang Khamesi Simorangkir.

“Luar biasa! Semoga ke depan, akan lahir lebih banyak Sayang lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Parlilitan Panutur Simorangkir menyampaikan terimakasih kepada Bupati Humbahas beserta jajarannya atas perhatian dan penghargaan yang diberikan kepada anak didiknya.

“Terimakasih kepada Pak Bupati dan rombongan. Mudah-mudahan bapak tetap sehat dalam memimpin Humbahas. Dan, Tuhan memberkati,” tutur Panutur.

Turut Hadir pada acara itu, Plt Kadis Pendidikan Jonny Gultom, Kadis Pemuda dan Olahraga Jonni Waslin Purba, Kadis PUPR Jhonson Pasaribu, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Jamilin Purba serta Asisten Perekonomian Dan Pembangunan AP Marbun.

Sebelumnya, Sikap nasionalisme Sayang Khamesi Simorangkir, salah seorang pasukan pengibar bendera (Paskibra) pada upacara HUT RI ke -74 di Kecamatan Parlilitan, Sabtu (17/8/2019) lalu, patut diapresiasi.

Dia rela menunda untuk melihat ibunya yang meninggal dunia dan sudah disemayamkan di kampung demi berkibarnya Merah Putih di cakrawala Parlilitan.

Sayang mengisahkan bahwa dirinya mendapat kabar duka tersebut saat mengikuti latihan Paskibra di Tanah Lapang Parlilitan, Kamis (15/8/2019).

Tak lama kemudian, pihak keluarga datang menjemput Sayang untuk melihat ibunya yang sudah meninggal di kampungnya di Dusun Lobu Pining 2, Desa Lobu Pining, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara (Taput). Perjalanan dari Parlilitan ke Pahae Julu makan waktu satu hari dengan kendaraan penumpang umum.

Namun, karena jenazah almarhumah Kartini Rajagukguk, Ibunda Sayang, direncanakan akan dimakamkan pada Senin (19/8/2019) sehingga siswi kelas XII Mia 3 SMAN 1 Parlilitan itu merasa terpanggil dan memutuskan untuk kembali ke Parlilitan menunaikan tugas yang diembannya sebagai pasukan pengibar bendera demi berkibarnya Merah Putih pada upacara HUT RI ke 74 di Parlilitan.

“Ini semua demi Merah Putih. Lagipula, Ibu dikuburkan hari Senin (19/8/2019). jadi, saya dapat melaksanakan tugas saya, tanpa harus khawatir tidak dapat mengikuti acara pemakaman ibu. Saya bisa kembali ke kampung, nanti setelah upacara penurunan bendera selesai, kalau ada mobil atau tumpangan,” ujar Sayang saat diwawancarai media ini di Mess Kecamatan Parlilitan sesaat menjelang upacara penurunan bendera, (17/8/2019) lalu.

Baca juga: Demi Merah Putih, Tunda Lihat Jenazah Ibu di Kampung

Sayang mengaku, sebenarnya dia merasa sangat sedih dan haru manakala dihadapkan pada pilihan, dimana dia dituntut untuk menentukan sikap. Akan tetapi, Sayang merasa bahwa menjalankan tugas yang dipercayakan oleh bangsa adalah bentuk tanggungjawab yang harus dilakukan.

“Yang pasti perasaan saya sangat sedih. Perasaan saya sangat terharu. Akan tetapi, itu merupakan salahsatu tanggungjawab yang harus saya lakukan. Harus saya tuntaskan,” kata sayang terbatabata berusaha menahan airmatanya.

Lebih jauh, Sayang menandaskan bahwa satu tanggung jawab yang dipercayakanoleh bangsa, harus dilalui dan harus dilakukan.” Karena, meski sekecil apapun itu, sangat berarti bagi kita dan untuk negara. Jadi, kita harus bangga bisa berbuat untuk bangsa walaupun itu sebenarnya sangat kecil dibandingkan dengan apa yang sudah negara lakukan untuk saya,” ujar anak kelima (bungsu) dari pasangan Burju Simorangkir dengan Kartini Rajagukguk itu.

Ditanya terkait tanggapan keluarga terhadap keputusan yang diambilnya, Sayang menjelaskan, pihak keluarga sepenuhnya mempercayakan apa yang terbaik menurut Sayang. “Saya ikhlas tidak ada paksaan ataupun halangan dari semua pihak. Keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada saya terkait keputusan yang saya ambil,” tandasnya.(sht)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button