Berita

Buntut Pembukaan Lahan BPODT: Warga Sigapiton Unjuk Rasa

TOBASA, FaseBerita.ID – Sejumlah warga Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Tobasa di Balige, Kamis (26/9/2019). Mereka menuntut agar tanah adatnya yang diklaim pemerintah sebagai kawasan hutan dikembalikan.

Sebagaimana diungkapkan pimpinan aksi Manogu Manurung, bahwa ada seluas 251 Ha lahan yang oleh pemerintah diklaim sebagai kawasan hutan. Kemudian lahan tersebut saat ini diserahkan kepada Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).

Dipaparkan, mereka yang tergabung dalam perkumpulan Raja Bius Naopat menuntut pemerintah untuk mengembalikan tanah adat tersebut dan menghentikan aktifitas pembangunan di lokasi tersebut.

Selain itu, dalam aksinya mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Tobasa serta DPRD melindungi hak-hak masyarakat adat Sigapiton.

Bupati Tobasa Darwin Siagian didampingi wakilnya Hulman Sitorus serta Sekda Audi M Sitorus menyambut baik kehadiran peserta aksi. Terkait tuntutan pengembalian tanah adat itu, Bupati menegaskan bahwa urusan kehutanan bukanlah wewenang Pemerintah Kabupaten Tobasa. Namun demikian, Pemkab Tobasa siap memperjuangkan hak-hak masyarakat.

“Urusan kehutanan tidak lagi urusan Pemkab. Namun jika ada tuntutan bapak ibu, pemerintah siap memfasilitasi, asal tidak berlawanan dengan perundang-undangan,” ungkap Darwin.

Pihaknya juga berpesan, manakala ada persoalan yang perlu dibantu, pemerintah siap hadir. “Saya pikir kita sepakat bahwa kita akan membangun Tobasa ke arah yang lebih baik. Jika ada yang kurang, mari kita diskusi dengan kami, namun jangan ada unsur kepentingan lain, jangan ditunggangi. Saya tidak mau masyarakat Sigapiton menjadi korban, ” tandasnya. (ft)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker