Berita

Buku Tulis Bergambar Caleg Dibagi-bagi ke Murid SD

FaseBerita.ID – Buku tulis bergambar salah satu calon anggota DPRD Simalungun dari Partai Demokrat, dibagi-bagikan dua pria berinisial IG dan JG kepada ratusan murid SD di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kamis(21/3) sekira Pukul 09.00-10.00 WIB.

Buku itu pada halaman depan, berisi gambar Mansur Purba SE, berikut kata-kata Caleg DPRD Simalungun Periode 2019-2024 Dapil VI: Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Jorlang Hataran, Sidamanik, Pamatang Sidamanik, Dolok Panribuan, Kecamatan Dolok Pardamean, Panei dan Panombean Panei.

Lengkap dengan tanda nomor urut dan tanda coblos. Sementara di halaman belakang sampul berisi tentang profil Mansur Purba, meliputi nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nama orangtua, nama istri dan mertua. Sementara di bagian dalam sampul, berisi foto-foto Mansur.

Sampul depan dan belakang buku tulis bergambarkan Caleg Mansur Purba, SE

Mendapat informasi tersebut, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Girsip bersama Panwaslu Nagori (Desa) Kelurahan berpencar melakukan pengecekan ke sejumlah Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA yang ada di kota Parapat dan sekitarnya.

Ketua Panwaslu Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Jesron Sihotang, Jumat (22/3), mengatakan, pihaknya menemukan murid SD kelas I dan II yang menerima buku. Dan menurut anak-anak, buku itu dibagikan oleh dua pria, disaksikan oleh guru mereka.

“Kita sudah mendokumentasikan buku bergambar caleg itu melalui pengawas lapangan di kelurahan,” kata Jes Sihotang.

Baca: Caleg Demokrat Histoni Sijabat: Saya Bukan Eks Koruptor

Dijelaskan Jesron Sihotang, setelah menggelar rapat pleno bersama Runggu Samosir, Devisi Penindakan Pelanggaran (PP) dan Lenny Rajagukguk Devisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga (PHL), diputuskan untuk mengundang para Kepala Sekolah untuk klarifikasi terkait bagi-bagi buku tulis bergambar Caleg di sekolah tersebut.

Dijelaskan Jesron Sihotang, jika dalam pemeriksaan lanjutan nantinya terbukti ada pihak yang menyebarkan, membantu menyebarkan buku tulis bergambar calon anggota DPRD, maka akan dilaksanakan penanganan lanjutan.

“Pekarangan sekolah sebagai zona terlarang untuk berkampanye apalagi sampai membagikan buku tulis bergambar caleg kepada anak SD se usia kelas 1 dan 2. Mungkin modusnya supaya buku tulis itu dibawa kerumahnya dan oleh orang tua anak melihat gambar calegnya. Itu dugaan kita,” kata Jesron.

Jes menyampaikan, telah berkoordinasi dengan Ketua Bawaslu Simalungun Choir Nasution dan Kordiv PP Bawaslu Simalungun Bobby Purba, sehingga dalam pemeriksaan tahapan klarifikasi tetap dalam koridor.

Ditambahkan Jes Sihotang, Surat Klarifikasi yang dikirimkan kepada pihak Kepala Sekolah mengacu kepada Undang– undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, PKPU No 23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilihan Umum, PKPU No 28 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilihan Umum, PKPU No 33 Tahun 2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilihan Umum, Perbawaslu No.21 dan 28 Tahun 2018 Tentang Pengawasan Kampanye Pemilihan Umum, Perbawaslu No 33 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum No 28 Tahun 2018 Tentang Pengawasan Kampanye Pemilihan Umum. Surat ditembuskan kepada Kadis Pendidikan Simalungun, Kepala UPT/Korwil Pendidikan Girsip dan kepada Bawaslu Simalungun.

“Klarifikasi juga berpeluang dari Caleg yang ada gambarnya di dalam buku tulis tersebut,” katanya.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun M Choir Nasution mengatakan, pihaknya sudah mendapat kabar tentang adanya buku tulis bergambar caleg yang dibagi-bagikan kepada murid SD di sekolah.

“Sekolah merupakan zona yang dilarang untuk lokasi kampanye. Kita minta Panwaslu Kecamatan untuk memeriksa pihak terkait,” katanya. (esa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button