Berita

BPS Pandu Sensus Online di DPRD Humbahas

FaseBerita.ID – Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan pemanduan pengisian data sensus secara online di Sekretariat DRPD Humbahas. Pemanduan tersebut ditengarai mengingat bahwa sensus online baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia.

“Sensus online baru pertama sekali dilakukan di Indonesia. Semua staf di BPS Humbahas diturunkan ke instansi pemerintah dan swasta, guna melakukan pemanduan selama tahap sensus online ini,” kata, Tolopan Siburian selaku Koordinator Statistik Kecamatan, BPS Humbahas, Senin (9/3).

Tolopan mengutarakan, pemanduan dilakukan hanya sebatas membimbing dan menjelaskan setiap pertanyaan yang disajikan dalam bentuk quisoner (pertanyaan), bila dibutuhkan masyarakat yang melakukan sensus secara online.

“Ini hanya mengantisipasi apabila ada keraguan ataupun penafsiran yang mungkin dibutuhkan oleh masyarakat saat pengisian quisoner secara online. Harapan kita ada feedback yang bisa membawa keberhasilan sensus online ini,” sebutnya.

Menurutnya, target sensus online sebesar sepuluh persen secara nasional diharapkan tercapai pada setiap kabupaten dan Kota di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Humbahas. Hasil sensus nantinya akan diverifikasi pada tahapan berikutnya, yaitu sensus wawancara pada bulan Juli yang akan datang.

“Data kependudukan sesungguhnya tidak statis. Karena bisa saja usai sensus online, anggota keluarga ada yang bertambah atau mungkin berkurang dengan alasan tertentu. Pada sensus wawancara ini akan diverifikasi. Jadi setiap masyarakat yang sudah melakukan sensus online akan mendapatkan bukti sudah melakukan sensus secara online,” tukasnya.

Sementara, Erikson Simamora selaku Kabag Perundang-undangan Sekretariat DPRD Humbahas yang baru saja melakukan sensus online mengatakan, aplikasi sensus online sangat effektif dan effisien serta dapat membantu masyarakat terutama kalangan pekerja. Karena dapat diakukan melalui smartphone.

“Sensus online sangat membantu terutama bagi kalangan pekerja. Karena dapat dilakukan diluar jam kerja melalui smartphone, sehingga  tidak mengganggu aktifitas bekerja. Bahkan, jika data yang kita miliki belum lengkap, dengan aplikasi sensus online dimungkinkan untuk disimpan sementara sampai data yang dientry sudah betul-betul valid,” ungkapnya.

Erikson juga berharap, masyarakat ikut mendukung sensus penduduk persepuluh tahunan itu, demi masa depan bangsa.

“Ini sensus Nasional. Jadi, marilah kita sama-sama mendukung untuk kemajuan Indonesia pada sepuluh tahun yang akan datang. Erikson menegaskan bahwa undang-undang juga menjamin kerahasiaan setiap subjek atau keluarga yang disensus. Mari kita dukung bersama,” pungkasnya. (sht/ahu/sr)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button