Berita

BPJS Kesehatan Award Fasilitas Kesehatan Terbaik Siap Diumumkan

FaseBerita.ID – BPJS Kesehatan akan mengumumumkan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rumah sakit (RS) berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), dalam ajang BPJS Kesehatan Award.

“Saat ini, tim juri eksekutif sudah memegang nama-nama FKTP dan RS terbaik yang memiliki komitmen tinggi memberikan pelayanan optimal bagi peserta JKN-KIS. Perlu diketahui, bahwa tim juri melibatkan segala unsur yang terkait program JKN-KIS dan penilaian akan dijamin objektifivitasnya,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Maruf dalam pres rilisnya kepada wartawan, Rabu (14/8).

Iqbal menambahkan, juri untuk FKTP diketuai oleh Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf, dan didukung tim dari Kementerian Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Primer, IDI, PDGI, ADINKES, ASKLIN, PKFI dan YLKI. Sedangkan tim juri RS diketuai Nafsiah Mboi, dan didukung  tim dari Kementerian Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ketua YLKI Tulus Abadi, PERSI dan ADINKES.

Di tingkat FKTP, penghargaan akan diberikan kepada masing-masing satu FKTP terbaik dari lima kategori yaitu, kategori puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, dokter gigi, dan apotek program rujuk balik (PRB). Sementara di tingkat RS, penghargaan akan diberikan kepada empat rumah sakit dari masing-masing kelas rumah sakit, yakni rumah sakit kelas A, B, C, dan D.

“Dari 23.102 FKTP, 2.406 RS dan 1.264 Apotek diseleksi dari tahapan kantor cabang, kantor kedeputian wilayah, hingga tingkat nasional. Selain itu, tim juri juga lakukan survei langsung ke lapangan untuk melihat langsung kondisi riil di fasilitas kesehatan,” sebut Iqbal.

Sementara itu, Ketua Juri Eksekutif Nafsiah Mboi mengatakan, melalui BPJS Kesehatan Award diharapkan akan mendorong fasilitas kesehatan lainnya untuk makin optimal memberikan layanan kesehatan khususnya di era JKN-KIS.

“Semoga dengan BPJS Kesehatan Award dapat mendorong faskes, dan juga pemerintah daerah merealisasikan hal tersebut,” kata Nafsiah Mboi saat Rapat Pleno Penetapan Pemenang BPJS Kesehatan Award.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Juri FKTP Dede Yusuf mengatakan,  BPJS Kesehatan Award juga merupakan bentuk evaluasi bersama baik faskes maupun BPJS Kesehatan sendiri.

“Dalam 5 tahun JKN-KIS jumlah faskes terus meningkat, pelayanan kesehatan juga menuju pada standarnya. Kedua belah pihak saling melakukan perbaikan sampai pada kondisi yang ideal. Diharapkan  faskes pemenang BPJS Kesehatan Award dapat menjadi contoh, benchmark kepada faskes lain, jika ingin menjadi mitra BPJS Kesehatan, standar ini yang dilihat,” terangnya.

Dalam BPJS Kesehatan Award, kriteria penilaian bagi FKTP adalah kepatuhan FKTP terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan harus mencapai skor 100.

Sementara, bagi rumah sakit, beberapa hal yang menjadi indikator penilaian antara lain kesesuaian rumah sakit dalam memenuhi komitmen perjanjian kerjasama, tingkat kepuasan peserta yang mendapat pelayanan, pelayanan kepesertaan (customer service), kecepatan respon terhadap keluhan, serta inovasi yang dikembangkan rumah sakit dalam memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS.

“Variabel penilaian tambahan yang akan menjadi pedoman penilaian bagi tim selain itu faktor kebersihan, networking atau koordinasi antar petugas sehingga pelayanan lebih cepat dan efisien. Serta poin tambahan adalah keberadaan ruang administrasi dan pengaduan yang memadai,” terang Iqbal. (per/ahu)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close