Berita

Bonceng 3, Tabrak Betor dan Terpental, Siswi SMAN 7 Tanjungbalai Tewas Dilindas Truk

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Nyawa Sartika Panjaitan (15), pelajar SMAN 7 Tanjungbalai tak tertolong setelah terlindas truk. Meski sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis sekitar 2 jam di RSU Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai, Rabu (6/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban merupakan putri dari Uun Sarbaini Panjaitan, warga Jalan Kapias Titi Gantung Linkungan 5, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai.

Informasi dihimpun, awalnya ketiga siswi yang masih menggunakan seragam SMA mengendarai Vario 150 bernopol BK 6367 QAG, dengan berboceng tiga hendak menyalip truk bermuatan minyak CPO di Jalan Alteri Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

Tapi naas, saat hendak menyalip sepeda motor ini menghantam becak bermuatan viber yang berisi ikan. Ketiga siswi itupun langsung menghantam becak bermotor dan terpental ke jalan. Tetapi salah seorang dari ketiga pelajar tersebut terlindas truk bermuatan minyak CPO.

“Begitu setelah kejadian, pengemudi truk tangki bermuatan minyak CPO tadi tidak terlihat, diduga melarikan diri kerena takut diamuk masa,” ujar Candra, pengemudi betor.

Petugas Satlantas Polres Tanjungbalai yang datang ke lokasi langsung membawa ketiga korban ke rumah sakit umum. Sepeda motor yang dikendarai ketiga korban bersama pengendara becak barang yang bawa viber berisi ikan dibawa ke kantor satlantas Polres Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira didampingi kasubbag Humas Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan kepada wartawan mengatakan sudah mengamankan sepedamotor dan bettor.

“Telah terjadi laka lantas antara satu unit sepeda motor Honda Vario BK-6367-QAG yang dikendarai seorang siswi SMA (tersangka) dan mengalami luka lecet pada tangan kanan berboncengan dengan dua temannya bernama Sephia Mardayanti Pasaribu (15), warga Jalan M Abas, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai dengan kondisi tak mengalami luka. Sementara Sartika Fitri Panjaitan, mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSU Dr Mansur Tanjungbalai.

Sepedamotor kontra dengan satu unit becak bermotor barang Honda Revo BK-3281-IA yang dikendarai oleh Sofian Basri (30), warga Jalan Randu, Kelurahan Sentang, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Pengemudi bettor ini mengalami luka memar pada tulang kering kaki kanan. Kemudian kontra dengan satu unit mobil tangki Mitsubishi Fuso BK-8024-LQ yang dikemudikan oleh Syamsul Bahri (43), warga Jalan Pusara, Kelurahan Sumber Sari Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai.

Ditambahkannya adapun satu unit Mobil Tangki Mitsubishi Fuso BK-8024-LQ dan Satu unit sepeda motor Honda Vario BK-6367-QAG datang dari arah yang sama yaitu dari arah Simpang Panca Karsa hendak menuju arah Menara Lima yg dimana satu unit Mobil Tangki Mitsubishi Fuso BK-8024-LQ berada di depan. Sesampainya di tempat kejadian kecelakaan, Satu unit Sepeda motor Honda Vario tersebut ingin mendahului satu unit mobil Tangki mitsubishi fuso dan di waktu yg bersamaan satu unit becak bermotor barang honda Revo datang dari arah yang berlawanan yaitu dari arah Menara Lima menuju arah Panca Karsa dan langsung terajdilah tabrakan antara Satu Unit Sepedamotor Honda Vario kontra satu unit Becak bermotor barang. Laka lantas itu menyebabkan penumpang paling belakang dari satu unit sepeda motor Honda Vario an. Sartika Fitri Panjaitan terlempar ke badan jalan dan langsung ditabrak ban belakang sebelah kanan dari satu unit mobil tangki mitsubishi Fuso BK-8024-LQ tersebut sehingga terjadi tabrakan tabrak beruntun.

“Atas kejadian tersebut terhadap anak dipersangkakan melanggar pasal 310 ayat 4 UU no 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Jo UU no 11 Tahun 2012 tentang sistem Peradilan Anak,” ungkap Kasubbag Humas Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan. (ck/rah)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close