Berita

Bonaran Kembali Dilaporkan, Dugaan Data Honorer K-2 Bodong

FaseBerita.ID – Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Raja Bonaran Situmeang (RBS), kembali di laporkan ke aparat penegak hukum. Kali ini, pria yang masih terjerat dengan kasus dugaan penipuan CPNS dan pencucian uang tersebut, dilaporkan atas dugaan penipuan data pengangkatan tenaga honorer K-2 menjadi CPNS pada tahun 2014 silam.

Adalah Maruli Firman Lubis SH yang melayangkan surat laporannya ke Polres Tapanuli Tengah. Firman Lubis melaporkan Bonaran Situmeang ke Polres Tapteng terkait penetapan nama-nama tenaga Honorer K-2, yang dokumennya di duga palsu alias bodong.

“Benar, kita telah melaporkan Bonaran Situmeang terkait dugaan dokumen bodong data honorer K-2 yang telah diangkat menjadi CPNS,” akunya, Kamis (4/4).

Diterangkannya, sesuai pengumuman Nomor 800/1066/BKD/2014 tertanggal 27 Desember 2010 yang dikeluarkan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tapteng dan di tandatangani Drs Mual Berto Hutauruk, bahwa data guru honorer K-2 sebanyak 506 orang. Data ini merupakan data awal ataupun data base honorer K-2 yang memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi CPNS.

Namun, dari pengumuman pengangkatan honorer K-2 menjadi CPNS nomor 800/1066/BKD/2014 tertanggal 14 Mei 2014, yang ditandatangani Bupati Tapanuli Tengah saat itu, Raja Bonaran Situmeang, dari 269 nama-nama tenaga honorer K-2 yang dinyatakan lulus, di temukan 92 orang yang namanya tidak ada di data awal. Bahkan di temukan juga 34 orang yang menurut tahun kelahirannya belum bisa menjadi Tenaga Honorer.



Pascasarjana

Unefa
1 2Laman berikutnya
Back to top button