Berita

Bobby dan Aulia Daftar ke KPU 6 September 2020

FaseBerita.ID – Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rahman kian mantap menghadapi Pilkada Medan, 9 Desember 2020. Saat ini, total 29 kursi DPRD Kota Medan yang sudah mereka kantongi. Dengan begitu, Bobby-Aulia berencana mendaftar ke KPU di hari pertama pendaftaran, 4 September 2020, usai salat Jumat.

Pasangan calon yang mengusung #KolaborasiMedanBerkah ini sebelumnya sudah mendapatkan dukungan dari PDIP (10 kursi), Gerindra (10 kursi), dan Partai Golkar (4 kursi). Belakangan, PPP (1 kursi) dan Nasdem (4 kursi), menyerahkan surat rekomendasi di masing-masing kantor DPW, Selasa (1/9).

Bobby-Aulia terlebih dulu mendatangi kantor DPW PPP Sumut di Jalan Raden Saleh Medan, kemudian melanjutkannya ke kantor DPW Partai NasDem Sumut di Jalan Prof HM Yamin Kota Medan. SK rekomendasi tersebut diserahkan Sekretaris DPW PPP Sumut, Jafaruddin Harahap dan diterima langsung oleh Bobby Nasution dan Aulia Rachman. Kepada wartawan, Jafaruddin mengaku telah menelisik pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rachman sehingga pihaknya yakin bakal menang.

“PPP yakin Pak Bobby bakal menang. Maka kami sudah final akan mendukung penuh Bobby Nasution dan Aulia Rachman. Seluruh kader PPP wajib memenangkan pasangan ini di Pilkada Medan,” kata Jafaruddin.

Sementara di kantor DPW Partai Nasdem, SK rekomendasi diberikan langsung Ketua DPW Partai Nasdem, Iskandar kepada Bobby Nasution dan Aulia Rachman. “Nasdem sudah membagikan 20 SK rekomendasi model B1KWK untuk Pilkada 2020, setelah pasangan Bobby -Aulia, diserahkan rekomendasi Asahan. Besok terakhir satu pasangan lagi,” jelas Iskandar didampingi Ketua Dewan Pertimbangan Nasem Sumut, T Erry Nuradi, ketua Bappilu DPW Nasdem Sumut, Salman Ginting dan Ketua DPD Nasdem Kota Medan, Afif Abdillah.

Bobby Nasution dalam kesempatan tersebut mengaku bersyukur kembali mendapat dukungan dari partai politik. Bagi Bobby, dukungan ini menjadi bentuk keseriusan semua pihak untuk berkolaborasi memperbaiki Kota Medan. “Dukungan parpol adalah tambahan kekuatan untuk kami. Setelah sebelumnya kita juga mendapatkan dukungan di kalangan komunitas,” kata Bobby.

Untuk pelaksanaan Pilkada Medan nantinya, Bobby tak lupa kembali mewanti-wanti segenap masyarakat Medan agar senantiasa damai. “Pilkada yang aman dan damai juga teduh adalah cita-cita saya. Jangan sampai terjadi kegaduhan. Kami ingin menang dengan elegan dengan satu tujuan dan niat saja, yakni memajukan Kota Medan,“ papar Bobby.

Bobby juga menyampaikan #KolaborasiMedanBerkah, bukan hanya menjadi goals visi-misi mereka. “Tapi juga tagline kita untuk bersama-sama membangun Kota Medan mencapai visi-misi,” jelas dia.

Sampai sekarang, ungkap pengusaha milenial ini, banyak yang bilang dirinya hanya lahir di Medan dan tidak mengerti Medan mau diapakan. “Nah kita sekarang bilang, ngapain kita ada di Medan, kalau tidak ada hasilnya. Ngapain kita ada di Medan, kalau toh hanya berkontribusi demi keburukan Kota Medan. Karena itu, perlu kolaborasi dari setiap elemen, dari seluruh masyarakat,” ungkap suami dari Kahiyang Ayu ini.

Melalui kolaborasi, lanjut dia, semuanya berperan aktif. Karena tidak hanya pemerintah Kota Medan saja yang bisa membuat Medan ini berubah, rakyatnya juga harus berperan aktif untuk merubah Kota Medan. “Itulah kolaborasi. Yang hasilnya akan membuat Medan lebih berkah, adem,” sebutnya.

Bobby juga mengaku baru saja selesai mengikuti sekolah partai PDIP pada dua hari yang lalu. Ia turut menyinggung soal sikap setiap kader PDIP yang harus patuh terhadap keputusan DPP. “Saat itu ibu Ketua Umum Megawati Soekarno Putih menyatakan bahwa keputusan yang diambil PDIP itu adalah keputusan DPP, dan ibu ketua umum itu adalah hasil kongres, dan keputusan beliau itu harus kita ikuti, kita taati, mulai dari DPP, DPD, DPC, PAC hingga ranting semua harus mengikutinya,” ungkapnya.

Bobby juga menyinggung soal birokrasi yang ada di Kota Medan untuk membuat Kota Medan menjadi lebih baik, yang harus diselesaikan dari akar masalahnya. “Pertama itu birokrasi, berjalannya mekanisme birokrasi kita saat ini kan berjalan kacau. Buktinya, Medan sekarang itu harusnya bisa mengelola dana Rp30 triliun. Harusnya Rp30 triluliun itu bisa menjadikan Kota Medan itu luar biasa, jalan tidak ada yang berlubang, pembangunannya pesat, Rp30 triliunnya itu kemana? Itu yang jadi masalah birokrasi di Medan ini,” jelas Bobby.

Sedangkan untuk ekonomi kerakyatan, lanjutnya, sejalan dengan visi misi Bobby-Aulia untuk mengembangkan UMKM. Mereka ingin agar produk-produk UMKM berkualitas dapat diciptakan terlebih dahulu dan pihaknya akan mencarikan marketnya.

“Karena basic kita adalah dunia usaha. Bagaimana UMKM di Kota Medan ini mau besar kalau marketing itu tidak dibantu oleh pemerintahnya, apalagi dalam kondisi Covid-19 seperti saat ini, pemerintah harus membantu marketnya agar UMKM nya bisa besar,” pungkasnya.

Daftar di Hari Pertama

Terpisah, Aulia Rahman mengatakan, mereka berencana mendaftarkan diri ke KPU Medan pada hari pertama pembukaan pendaftaran, yakni pada hari Jumat (4/9). “Pendaftaran insyaAllah hari Jumat, karena itu penghulu segala hari, makanya kita pilih hari Jumat, hari pertama, hari yang baik hari Jumat,” kata Aulia usai menyampaikan surat pengunduran dirinya ke Sekretariat DPRD Medan, Selasa (1/9).

Di hari Jumat nanti, terang Aulia, pihaknya akan mendaftar pada siang hari, atau tepatnya sehabis melaksanakan salat Jumat. “Jumat, mungkin sehabis salat Jumat. Menurut aturan KPU, yang datang tidak boleh lebih dari 30 orang, jadi nanti kita batasi supaya tertib,” terangnya.

Ia juga mengatakan, jika sejumlah partai politik pendukung Bobby-Aulia akan mendeklarasikan diri setelah selesai mendaftarkan diri ke kantor KPU Medan. “Deklarasi mungkin harinya setelah pendaftaran ke KPU, kalau harinya sebelum mendaftar ke KPU sepertinya tidak sempat lagi waktunya,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPD Partai NasDem Kota Medan, Afif Abdillah ketika ditemui di kantor DPW Partai NasDem Sumut mengatakan, pihaknya sangat setuju dan mendorong agar Bobby-Aulia mendaftar ke KPU Medan pada hari pertama, yakni pada hari Jumat (4/9). “Saya sangat setuju, saya justru yang mendorong agar lebih cepat lebih baik untuk didaftarkan. Selain karena hari Jumat itu hari baik, bila seandainya ada kekurangan-kekurangan persyaratan, maka masih ada waktu untuk melengkapinya. Lalu sebagai Ketua DPD saya juga akan turut hadir dan mengantarkan Bobby-Aulia saat mendaftar ke KPU Medan,” jelasnya.

Dengan resminya DPP NasDem mendukung Bobby-Aulia, lanjut Afif, maka pihaknya di DPD Partai NasDem Kota Medan siap bekerja untuk memenangkan pasangan tersebut hingga menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2020-2024. “Saya baru diberi tahu hari ini sama DPW kalau hari ini akan diberikan dukungan ini kepada mereka. Dengan begitu, mulai saat ini kita di DPD siap memenangkan Bobby-Aulia di Pilkada Kota Medan tahun ini,” pungkasnya.

Aulia Mengundurkan Diri

Aulia Rachman secara resmi telah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Sekretariat DPRD Kota Medan, Selasa (1/9). Surat pengunduran diri itu diserahkan sebagai bentuk keseriusannya menjadi Balon Wakil Wali Kota Medan pada Pilkada Kota Medan 2020.

“Iya, hari ini saya datang untuk menyerahkan surat pengunduran diri saya sebagai anggota DPRD Medan,” ucap Aulia kepada Sumut Pos, Selasa (1/9).

Soal nama yang akan menggantikannya di DPRD Medan, Aulia mengaku belum mengetahuinya secara pasti, sebab hal itu merupakan kewenangan Partai Gerindra. Namun kata Aulia, bila mengikuti aturan yang berlaku, maka seharusnya Haris Kelana Damanik yang menggantikanya. “Kalau secara aturan, Haris Kelana Damanik, karena kemarin dia dapat suara ke-empat setelah Siti Suciaty (anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Gerindra), tapi itu kembali ke partai lah, partai yang menentukan,” ungkapnya.

Terpisah, kepada Sumut Pos, Plt Sekretaris DPRD Medan, Hj Alida membenarkan hal itu. Ia menyebutkan jika dirinya telah menerima surat pengunduran diri tersebut secara langsung dari Aulia Rahman. “Iya, tadi Pak Aulia Rachman sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya, saya langsung yang menerimanya. Tadi Pak Aulia ke sini, pas saat azan zuhur,” ucap Alida.

Sementara, DPW PKS Sumut menjamin kadernya, Salman Alfarisi akan mundur sebagai anggota DPRD Sumut. Namun, proses tersebut akan dimulai setelah verifikasi berkas pencalonan Salman dinyatakan tidak ada masalah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Itukan prosesnya nanti (mengundurkan diri). Ketika daftar kan nanti verifikasi, jika sudah lulus dan bersih diverifikasi baru mengajukan pengunduran,” kata Ketua DPW PKS Sumut, H Hariyanto menjawab Sumut Pos, Selasa (1/9).

Menurut dia, pihaknya juga menjaga jangan sampai ketika kadernya tersebut mengajukan surat pengunduran diri saat mendaftar, namun diverifikasi justru dinyatakan tidak lulus. “Jangan sampai nanti diverifikasi tidak lulus, tetapi sudah mengajukan surat mundur kan? Jadi kita tunggu dulu verifikasinya, baru mundur,” katanya.

Ia menambahkan, Salman Alfarisi saat ini tercatat sebagai Majelis Pertimbangan Wilayah DPW PKS Sumut dan Plt Ketua DPD PKS Medan. Meski demikian, diakuinya DPW PKS Sumut yang akan memproses pengunduran diri Salman. “Ya, sebagai kader semua itu ke DPW. DPW yang nanti memproses,” katanya.

Mengenai pengganti Salman di DPRD Sumut, Hariyanto menyebut domain tersebut ada di DPP partai. Namun pihaknya tetap dalam kapasitas mengusulkan. “Kalau di PKS itu tidak mutlak mekanismenya suara terbanyak kedua, meskipun diantaranya ada pertimbangan itu. Tetap kita serahkan ke DPP memutuskan. Untuk langkah selanjutnya nantilah ya,” pungkasnya.

4 Ketua PAC PDIP Dipecat

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Kota Medan, Hasyim SE telah memecat 4 Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Kota Medan karena telah menyatakan tidak mendukung pasangan Bobby Nasution – Aulia Rahman yang telah diputuskan oleh DPP PDIP.

Hasyim mengatakan, pemecatan kepada ke empat ketua PAC PDIP karena sudah menentang rekomendasi dan keputusan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

Dikatakannya, Dengan dipecatnya 4 Ketua PAC ini agar oknum-oknum yang dipecat tidak lagi membawa-bawa nama PAC PDI Perjuangan dalam mendukung calon lain. Dan kemarin, Hasyim mengaku akan memberikan Surat Keputusan (SK) untuk para Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PAC PDIP yang baru. Rinciannya, 4 Plt untuk menggantikan 4 Ketua yang telah dipecat dan satu Plt untuk menggantikan Ketua PAC PDIP Kecamatan Medan Maimun yang telah meninggal dunia.

Adapun keempat Ketua PAC PDIP yang dipecat antara lain, Ketua PAC Medan Area Suhardian yang digantikan Plt Ketua PAC Heni Ria, Ketua PAC Medan Johor Gumana Lubis yang digantikan Plt Ketua Riana, Ketua PAC Medan Selayang Muda Prana Sinuraya yang digantikan Plt Ketua Jhon Andreas Purba dan Ketua PAC Medan Perjuangan Tumpal Sitanggang yang digantkan Plt Ketua Paul Mei Anton Simanjuntak. (map/prn)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button