Berita

BKSDA Sumut Sampaikan Warning, Buaya Pemakan Warga Belum Ditemukan

FaseBerita.ID – Buaya pemakan seorang petani sawit di Sungai Kualuh Simangalam Labura, Ponidi hingga kini belum ditemukan dan pihak BKSDA Sumut mengingatkan warga sekitar agar berhati-hati.

Kepala Seksi Konservasi BKSDA Provinsi Sumut  Wilayah III Kisaran Alfianto Siregar mengatakan bahwa Sungai Kualuh merupakan tempat habitat buaya muara. Dan dengan tingginya curah hujan saat ini peningkatan kemunculan buaya tersebut semakin tinggi.

“Kita imbau masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas kegiatan ekonomi di dekat Sungai Kualuh yang saat ini sedang meluap. Kita harus lebih mementing kan keselamatan jiwa,” jelas nya Rabu (29/7).

Baca sebelumnya: Seorang Petani di Labura Hilang Diterkam Buaya

Disebutkannya, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labura bersama Basarnas Tanjung Balai dan BKSDA Provinsi Sumatra Utara wilayah lll terus  melakukan pencarian  korban yang hilang di seret Buaya di Sungai Simangalam.

“Ini sudah hari ke-3 pencarian belum ditemukan tanda-tanda,”ujar Kabid darurat Logistik BPBD Kabupaten Labura Sukardi SPdi,MM saat dikonfirmasi.

Dikatakan, tim gabungan mulai  melakukan pencarian pada pukul 07.30. BPBD menurunkan 6 orang ditambah 1 perahu karet bermesin, BASARNAS Tanjung Balai juga mengirimkan 6 personel SAR dan 1 perahu karet bermesin.

“Titik pencarian hari ini sejauh radius 8 kilometer,dan saat ini tim dari BKSDA Provinsi Sumut  juga telah hadir bersama kita semoga berhasil,”katanya.

Alfianto Siregar  menjawab terkait tindakan yang akan dilakukan BKSDA mengenai Buaya yang sudah meresahkan masyarakat dan telah memakan korban jiwa. “Sesuai aturan satwa itu hewan yang dilindungi. Sekarang ini bagaimana cara kita menemukan satwanya, kalau bisa kita bawa kedarat dan kita amankan. Selanjutnya kita berembuk dengan pihak disini (korban red)  bagaimana selanjutnya kita nanti dapat mengevakuasi hewan tersebut,”ungkapnya.

Ditanya tentang peralatan khusus untuk menangkap buaya, kita membawa alat kait,contong dll. “Cuma kita tidak mungkin tarung di air mas, sama buaya. kita pasti kalah mas. Kami beberapa kali mengevakuasi buaya tarungnya di darat dan kami amankan,”terangnya.

Sekedar mengingatkan, kejadian Minggu (26/7) sekira pukul 11.00 Wib, sorang petani sawit  diseret buaya ke Sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan,Kabupaten Labura lagi memanen buah sawit di kebunnya.

Petugas BPBD kabupaten Labura mendengar kabar tersebut Langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian, dibantu TNI-Polri dan Masyarakat.namun sampai pukul 18.00 wib pencarian tidak membuahkan hasil. (bh/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button