Berita

Biaya Medical Check Up Anggota Dewan Rp180 Juta: Ada Minta HP, Tablet dan Laptop

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pengadaan anggaran medical check up anggota DPRD Siantar senilai Rp180 juta menuai kontroversial. Bahkan, anggota Dewan ada yang meminta pengadaan handphone (HP), tablet dan laptop.

Hal itu terungkap dalam rapat gabungan komisi, Senin (18/11/2019) yang dihadiri seluruh anggota dewan. Dalam rapat yang digelar secara tertutup itu awalnya membahas tentang anggaran medical check up anggota dewan untuk 2020 yang diusulkan sebesar Rp180 juta.

Hal itu dibenarkan Sekretaris DPRD Pematangsiantar Wanden Siboro saat dikonfirmasi beberapa media, Selasa (19/11/2019) di ruang kerjanya.

Wanden mengatakan ada pembahasan yang lucu saat mendengar aspirasi anggota dewan terkait Medical Check Up tersebut.

Pasalnya, ada anggota dewan yang meminta agar di dalam medical check up dimasukkan check up otak. Tak hanya itu, anggota dewan yang tidak ingin disebutkan namanya dan dari fraksi mana, meminta supaya melakukan chek up di seluruh tubuh luar dan dalam.

“Apa ketentuan dari rumah sakit, ya gitulah. Medical check up itu apa termasuk otak, kan tidak,” ujar Wanden.

Wanden menerangkan, dalam medical check up biasanya hanya meliputi pemeriksaan umum seperti mata, paru-paru, jantung, tensi, tekanan darah, suhu tubuh, detak jantung, tingkat pernafasan dan pemeriksaan standar lainnya.

“Saya menolak. Karena dalam peraturan tidak ada check up otak. Mana bisa sembarangan kita menampung itu,” katanya seraya mengungkapkan sempat tertawa mendengar usulan anggota dewan itu.

Baca juga: Boy Warongan Geram, Anggaran Humas Pemko Siantar Dinilai Pemborosan

Bahkan, kata Wanden, dalam rapat tersebut, ada juga anggota dewan yang meminta agar menampung biaya berobat. “Mana bisa ditampung itu. Karena seluruh anggota dewan sudah memiliki BPJS,” terangnya.

Anehnya, sambung Wanden, anggota dewan ada yang meminta pengadaan handphone, tablet hingga laptop.

“Sempat juga minta handphone. Tapi langsung kita tolak. Itu tidak boleh,” ujarnya.

Sementara Baren Alijoyo dari Fraksi PDIP sempat tertawa menyikapi masalah check up otak yang sempat menjadi perbincangan antar sesama anggota dewan.

“Gak ada itu. Gak ada itu,” ujar Baren Alijoyo Purba sembari tertawa.

Berbeda dengan Fery Sinamo, yang juga dari Fraksi PDI Perjuangan. “Bukan otak saja. Jangan sepotong-potong. Maunya general. Kalau check up begitu. Definisi check up coba kita lihat, ya harus semua. Kalau setahu saya medical chek up itu menyeluruh. Nggak sepotong-potong. Selayaknya seperti itu. Namanya juga medical chek up, jadi semua,” ujarnya yang juga mengaku bahwa dia sekali setahun harus check up.

Fery mengatakan tidak terima jika hanya melakukan pemeriksaan umum. Apalagi, ia setiap tahun menjalani pemeriksaan di Singapura dengan biaya yang lebih besar.

“Kalau memang sepotong-potong, janganlah. Medical check up seperti apa cuma Rp6 juta. Kalau nggak sesuai dengan yang kita harapkan, mending nggak usah. Untuk apa tanggung-tanggung. Aku pribadi saja medical check up di Singapura, seluruh tubuh. Sekali setahun aku pasti ke Singapura,” pungkasnya. (Mag-04/des)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close