Berita

Bertemu Hasim, Warga Batu Silangit Curhat Diancam Dicoret sebagai Penerima PKH

FaseBerita.ID – Sejumlah warga Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun mengaku diancam dicoret sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Curahan hati (curhat) warga itu disampaikan saat bertemu calon Bupati Simalungun H Muhajidin Nur Hasim, di acara Pasar Sembako Murah Muhammad Nasir dan Hinca Panjaitan di Nagori Batu Silangit, Jumat (13/11/2020).

“Bang Hasim, kalau Bang Hasim menjadi Bupati Simalungun, apakah kita masyarakat penerima PKH ini akan dicopot secara paksa? Karena kami diancam dicopot secara paksa,” teriak Norita Purba, Ernawati, dan Seprida yang diaminkan masyarakat lainnya.

Menurut mereka, ada beberapa KPM yang sudah dicoret sebagai penerima PKH.

“Banyak kami yang dicopot secara paksa. Kalau memang dicopot, ya semua aja. Kenapa mesti dipilih-pilih!” protes Norita.

Bahkan, sambung mereka, ada warga yang diancam jika tidak mendukung calon bupati tertentu, akan dicoret dari penerima PKH.

“Kita sudah sama taulah siapa calon bupatinya,” katanya.

Kepada warga, Muhajidin Nur Hasim yang akrab disapa Bang Hasim mengatakan mereka tidak perlu takut diancam tidak akan menerima PKH. Sebab PKH itu program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Bukan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, apalagi program salah satu calon bupati.

“Kalau ibu-ibu dipaksa menandatangani, jangan mau! Kalau masih dipaksa juga, laporkan kepada saya. PKH itu program pemerintah pusat, jangan dimanfaatkan untuk mengintimidasi masyarakat. Ibu-ibu jangan takut dicoret sebagai penerima PKH kalau tidak mendukung salah seorang calon,” terang pria berusia 36 tahun itu.

Lebih lanjut, suami Hazizun Rani itu menegaskan, jika Allah memberikan amanah kepada dirinya dan Tumpak Siregar SH (TPS) untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, tidak akan pernah mengancam-ancam warga. (rel/fi)

iklan usi



Back to top button