Berita

Berkekuatan Hukum Tetap, Kejari Paluta Musnahkan Sejumlah Barang Bukti

FaseBerita.ID – Sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Kejaksaan Negeri Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) memusnahkan sejumlah barang bukti kasus pidana di halaman kantor Kejari Paluta, Rabu (23/7).

Kajari Paluta Andri Kurniawan mengatakan bahwa seluruh barang bukti kejahatan yang dimusnahkan ini berupa narkoba, sajam dan senpi seluruhnya sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

“Barang bukti yang dimusnahkan hari ini adalah barang bukti kasus pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht),” ujarnya.

Dirinya berharap, dengan adanya pemusnahan barang bukti ini kedepannya kinerja pihak penegak hukum khususnya Kejari Paluta akan semakin meningkat dalam penanganan kasus kejahatan di kabupaten Paluta.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak elemen masyarakat agar dapat bekerjasama dalam penegakan hukum khususnya narkoba yang sangat merusak generasi muda. “Dukungan dari seluruh elemen masyarakat, sangat berperan dalam menegakkan hukum dan meminimalisir kejahatan,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam laporan Kasi BB dan BR Fery M Julianto Sitanggang menyebutkan bahwa barang bukti yang dimusnahkan berupa narkoba, sajam dan senpi adalah barang bukti yang berkekuatan hukum periode bulan Januari 2019 hingga Februari 2020.

Dikatakannya, barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil dari 73 perkara yang terbagi atas 29 perkara TPUL, 18 perkara KAMNEGTIBUM dan 26 perkara OHARDA. “Barang bukti yang dimusnahkan sudah berkekuatan hukum dari 73 perkara periode Januari 2019 hingga Februari 2020,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan dari perkara TPUL antara lain narkotika jenis sabu-sabu seberat 55,61 gram dan ganja seberat 2,2 gram dari 29 perkara.

Sedangkan Perkara Keamanan Negara dan Ketertiban Umum (KAMNEGTIBUM) berupa tiga unit mesin jackpot, koin jackpot sebanyak 430 (empat ratus tiga puluh) buah, beberapa jenis handpone, beberapa buah buku tafsir mimpi joyo boyo, beberapa lembar kertas rekap nomor keluar, beberapa buah pulpen, beberapa blok kupon yang berisikan angka tebakan jenis KIM, beberapat set kartu joker dari 18 perkara.

Sedangkan untuk Perkara Orang dan Harta benda (OHARDA) 1 (satu) buah kunci, 1 (satu) batang kayu, beberapa pakaian dan celana, 1 (satu) buah cermin, 1 (satu) buah batu, 1 (satu) buah pisau dapur, 1 (satu) buah gunting, 2 (dua) buah parang, 1 (satu) buah gergaji dan lain-lainnya dari 26 perkara.

“Semua barang bukti dimusnahkan dengan cara dilarutkan, dibakar, dipotong dan dicincang menggunakan alat pemotong,” jelasnya.

Pemusnahan barang bukti dipimpin oleh Kepala Kejari Paluta Andri Kurniawan dan dihadiri oleh Kapolres Tapsel ataupun yang mewakili, Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar, Kalapas Gunungtua Simon Bangun, Danramil 05 PB, Kabag Hukum Pemkab Paluta Sugeng P Siregar, Dinkes Paluta diwakili dr Afrida Henny Simamora, Kapus Gunung Tua dr Herlina S Batubara, pegawai dan staff dilingkungan Kejari Paluta, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM dan pers beserta undangan lainnya. (ais)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button