Berita

Beraksi di Kawasan Pantai Indah Kalangan, Perampok Bersenjata Airsoftgun Ditangkap

FaseBerita.ID – Satu dari dua pelaku perampokan yang beraksi di kawasan Pantai Indah Kalangan, Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Tapteng pada Sabtu (15/2) lalu ditangkap polisi, Selasa (18/2). Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti senjata jenis airsoftgun yang digunakan mengancam korban saat beraksi.

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Tapteng, Rabu (19/2), menerangkan hal itu. Dijelaskan Kapolres, pasca peristiwa perampokan tersebut Kapolsek Pandan bersama tim dari Polres Tapteng langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Penangkapan dilakukan setelah melalui proses penyelidikan kurang lebih selama tiga hari. Kapolsek Pandan bersama tim dari Polres Tapteng melakukan pengejaran terhadap pelaku sampai ke Kecamatan Sosa. Pelaku berinisial RIAS (24) dan berprofesi sebagai supir. Ia ditangkap pada Selasa(18/2) sekira pukul 17.30 WIB. Saat itu pelaku sedang berada di Pasar Sosa, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas,” jelas Kapolres.

Dia menambahkan, dari tersangka ditemukan barang bukti senjata airsoftgun merk Beretta dengan sembilan butir peluru mimis. “Kemudian ada juga tas sandang berwarna hitam, satu unit mobil Kijang Innova warna putih dengan nomor polisi BK 1698 lJ dan dua unit Hp memilik pelaku.”

Atas tindakan yang dilakukannya, pelaku dijerat pasal 365 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara dan dikenai pasal berlapis atas kepemilikan senjata airsoftgun tanpa memiliki izin.

Kapolres juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Tapanuli Tengah, agar segera melaporkan ke pihaknya jika mengalami peristiwa yang sama dengan korban perampokan ini. Hal itu guna menciptakan kondisi dan keamanan di wilayah Tapanuli Tengah. “Kami sangat mengharapkan kerjasama bagi seluruh lampisan masyarakat Tapanuli Tengah,” pungkanya.

DIberitakan sebelumnya, Sumihar br Simatupang (49) dirampok dan diancam mengunakan benda sejenis pistol di sekitaran Pantai Indah Kalangan, Kelurahan Kalangan, Pandan, Tapanuli Tengah, Sabtu (15/2) lalu.

Ditemui di lokasi kejadian, Sumihar Simatupang mengatakan bahwa perampokan terjadi berawal ketika ia mendapatkan telepon dari seorang wanita yang akrab dipanggil Mak Gortap.

Dalam percakapan di telepon seluler itu Mak Gortap mengaku akan membayar utangnya sebesar Rp3 juta. Mak gortap sekira dua tahun lalu merupakan tetangga korban. Dikarenakan Mak Gortap masih mempunyai utang, belakangan korban terus menghubunginya melalu telepon seluler. Dalam percakapan itu pula Mak Gortap berjanji akan membayarnya di Pantai Indah Kalangan.

Mendapati angin segar utangnya akan dibayar, warga Jalan Dame Kelurahan Aek Habil, Sibolga Selatan, ini langsung bergegas berangkat dari Sibolga menuju Pantai Indah Kalangan dengan menumpang angkutan umum sekira pukul 12.00 WIB. Sesampainya di sana, korban kembali menelepon Mak Gortap. Saat itu korban diarahkan agar masuk ke kawasan Pantai Indah Kalangan.

Sembari berjalan, korban terus bertelepon dengan Mak Gortap. Namun di tengah jalan menuju pantai, tiba-tiba korban didatangi dua pria yang menumpang mobil putih. Selanjutnya salah seorang dari pria itu merampas handphone korban.

“Tidak hanya Hp, tas saya juga dirampas. Tapi saya mempertahankan tas ini. Saya tarik tas saya sehingga kami sempat tarik menarik. Tangan saya juga sampai berdarah akibat kena besi tas saat terjadi aksi tarik menarik itu,” jelas korban.

Melihat perlawanan yang dilakukan korban, pelaku kemudian melakukan pengancaman dengan menodongkan benda diduga pistol. “Kau serahkan tasmu, atau kalau tidak kutembak kau!” tambah boru Simatupang menirukan gaya dan ucapan perampok itu.

Masih katanya, melihat senjata yang ditodongkan kepadanya, seketika ia merasa lemas dan menyerahkan tas itu. “Begitu ditodong pistol, badan saya langsung lemas dan tidak bisa berbuat apa-apa. Daripada saya ditembak, lebih baik saya serahkan tas kepada dua pria itu.”

Menurut Sumihar, tas itu berisi uang tunai kurang lebih Rp1 juta dan surat-surat berupa KTP dan Kartu BPJS, serta yang lain-lain. “Setelah dapat tas, pelaku langsung pergi meninggalkan saya begitu saja.”

Kemudian karena tanggannya bersimbah darah, ia langsung pulang menuju Sibolga dengan menumpang angkutan umum, tanpa ada kepikiran meminta pertolongan warga sekitar. “Sampai di rumah, tangan saya langsung diobati oleh kakak kandungnya saya.”

Di rumah, kakak kandung korban Sarida Simatupang (53) yang mendengar cerita adiknya langsung membawa korban melapor ke Mapolsek Pandan. (tam)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close