Berita

Bedah Rumah Tak Layak Huni, Terimakasih Buat Keluarga Besar Humatob

FaseBerita.ID – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Himpunan Masyarakat Batak Toba (Humatob)  Kota Pematangsiantar menggelar acara syukuran atas selesainya pelaksanaan bedah rumah keluarga Alm M Silalahi/ N br Samosir di Jalan Dalil Tani 2, Kelurahan Kebun Sayurm, Siantar Timur, Minggu (9/8) pagi.

Acara syukuran tersebut dihadiri Badan Pendiri Humatob,  Pengurus DPD Humatob, Pembina Humatob Ir Asner Silalahi MT dan Penasehat Humatob Lilis Daulay.

Acara yang penuh kesederhanaan itu, diawali dengan kata-kata sambutan dari Ir Asner Silalahi selaku Pembina Humatob. Asner Silalahi mengaku terharu atas kepedulian Humatob yang membantu memperbaiki rumah keluarga Alm M Silalahi yang saat ini ditempati oleh N br Samosir dan anak-anaknya.

“Saya selaku marga Silalahi mewakili keluarga di rumah ini menyampaikan apresiasi atas perhatian Humatob yang dengan suka rela membantu bedah rumah keluarga ini. Kiranya rumah ini menjadi rumah yang penuh berkat bagi yang menempatinya. Kami juga berharap kepada Humatob agar tetap melaksanakan program-program nyata untuk melayani masyarakat sehingga Humatob ini dicintai oleh masyarakat,” ujar Ir Asner Silalahi MT yang saat ini juga sebagai balon Walikota Pematangsiantar.

Sementara itu, Sakti Sihombing selaku Ketua DPD Humatob menyampaikan bahwa pelaksanaan bedah rumah bersumber dari dana suka rela donatur di keluarga besar Humatob.

“Humatob akan tetap membuat program nyata dan langsung menyentuh ke masyarakat,” jelas Sakti Sihombing.

“Semoga rumah ini membawa berkat buat keluarga dalam menjalani kehidupan. Doa kami dari keluarga Besar Humatob menyertai keluarga Alm Silalahi/ N br Samosir.

Setelah menyampaikan kata-kata sambutan, acara dilanjutkan penandatangan prasasti oleh Asner Silalahi dan Sakti Sihombing dan kemudian diserahkan kepada N br Samosir.

Terpisah, N br Samosir saat diwawancarai media ini mengaku terharu. Sebab selama ini mereka tinggal dengan kondisi rumah yang tidak layak huni. “Dulunya rumah ini berdinding dari kayu dan sudah lapuk. Atapnya juga sudah banyak yang bocor. Artinya memang sudah tidak layak huni. Tapi dengan bantuan Humatob, rumah ini sudah permamen beton dan sudah nyaman di tempati,” terang N br Samosir yang sehari-harinya sebagai buruh harian lepas di pabrik Mie.

N br Samosir juga mengatakan bahwa sumainya M Silalahi sudah meninggal beberapa tahun lalu, sehingga ia harus banting tulang untuk menghidupi anak-anaknya yang masih sekolah.

“Saya berterimakasih banyak kepada keluarga besar Humatob. Saya tidak mampu membalas kebaikan dan pengorbanan mereka. Saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan semoga pengurus dan anggota Humatob senantiasa diberkati Tuhan dan ditambah rezeki,” terangnya. (pra)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button