Berita

Becek: Pasar Horas dan Dwikora Butuh Pembenahan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Meski perbaikan parit baru dilakukan, namun kondisi Pasar Dwikora Parluasan sudah begitu memprihatinkan. Hampir setiap hari becek khususnya di Jalan Musyawarah.

Kondisi serupa juga ditemukan di Pasar Horas. Hal itu membuat pengunjung merasa tidak nyaman dan kesal akibat lumpur memenuhi sepatu maupun sandal saat berkunjung ke pasar tradisional itu.

Para pedagang berharap ada pembenahan dari pemerintah agar pengunjung merasa nyaman saat berbelanja.

“Apalagi kalau musim hujan, sepanjang jalan ini becek dan berlumpur. Kita berharap adalah perbaikan dari pemerintah. Kita tidak tau kenapa bisa separah ini,” kata Marga Ambarita, seorang pedagang di Pasar Dwikora, Jumat (7/2).

“Semoga PD Pasar Horas Jaya menerima keluhan kami. Sebab, kalau sudah becek begini, bukan hanya kami saja yang mengeluh. Pengunjung rata-rata mengeluh,” tambahnya.

Kondisi itu diakui pedagang menyebabkan omzet mereka berkurang.

“Sejak kondisi pajak seperti ini, pengunjung sepi. Tak ada pembeli. Otomatis berpengaruh terhadap pendapatan kami,” sebutnya.

Sementara Dearni, salahseorang pengunjung Pasar Horas menuturkan, di musim hujan seperti ini dia sebenarnya memilih belanja ke warung ketimbang pajak.

“Kalau bukan karena terpaksa, saya lebih baik belanja ke warung. becek kali soalnya. Apalagi di Pasar Dwikora. Wah, beceknya parah. Apalagi kalau bawa kendaraan. Udah gitu, becak sorong suka-sukanya parkir bikin jalanan semakin sempit. Udah becek, jalan juga sempit. Apalagi baru-baru ini ada perbaikan parit, jalan dirusak, tapi tak diperbaiki. Itu yang bikin parah,” kata wanita muda itu.

Hal serupa dikeluhkan pedagang Pasar Horas. Mereka mengeluhkan kondisi di Gedung III dan IV. Pasalnya, setiap musim hujan, paret di sekitar daerah itu tersumbat dan mengakibatkan becek.

Mereka berharap PD Pasar Horas segera mengambil kebijakan dan melakukan perbaikan agar masyarakat merasa nyaman saat berbelanja. (ros/des)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close