Berita

Bazar di Trotoar Adam Malik Dibongkar: “Kita Bayar ‘Kok’ Rp5 Juta per Stand”

SIANTAR, FaseBerita.ID – Keberadaan bazar yang berada di seputaran Lapangan Adam Malik yang sebelumnya menuai kritik dari DPRD Siantar karena tidak punya izin, akhirnya dipaksa bongkar oleh Satpol PP.

Penertiban itu membuat sejumlah pedagang kesal. Sebab, mereka telah dikutip antara Rp4 Juta-Rp5 juta per stand.

Salah seorang pedagang yang mengaku bernama Nov mengatakan kalau dia datang dari Padang. Dia mengaku kecewa karena hal itu tidak sesuai dengan perjanjian.

Sebelumnya mereka dijanjikan berjualan sejak 2 hingga 16 November 2019. Sebelum berjualan mereka terlebih dahulu membayar sewa lapak dari nominal beragam. Ada yang Rp4 juta, ada juga yang Rp5 juta, bahkan ada yang lebih.

“Kecewa sudah pastilah. Biaya pindah ke sini saja sudah berapa. Kami jualan di sini rata-rata orang luar semua. Untuk biaya lapaknya beragam-ragam, bang. Ada yang Rp4 juta, ada yang Rp5 juta. Bahkan ada lagi yang lebih dari situ,” ujarnya sembari mengatakan sangat kecewa dengan panitia yang tidak sesuai dengan perjanjian.

Nov mengaku, selama berjualan belum dapat untung, meski sudah tujuh hari berjualan. Namun, dari tujuh hari itu, hanya dua hari yang ramai, Sabtu dan Minggu.

“Hanya Sabtu dan Minggu lalu yang ramai. Itupun karena ada acara Vespa. Setelah itu sepi. Kami pun bertahan disini sampai Sabtu atau Minggu setidaknya bisa balik modal lah,” ujarnya.

Namun, infonya, kata Nov, mereka rencananya akan dipindahkan ke GOR Pematangsiantar.

“Tadi sempat saya dengar, katanya akan dipindahkan ke GOR. Saya tidak tau di mana itu. Tapi kita lihat dulu tanggung jawab panitia,” tutupnya.

Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Mardiana, dengan tegas mengatakan kalau bazar yang berada di kawasan Lapangan Adam Malik tidak memiliki izin.

Kepala Bidang Hubungan Darat Abidin Damanik mengatakan, untuk hari ini, Kamis (7/11/2019) akan dilakukan pembongkaran stand yang ada di trotoar.

“Ini akan dibongkar. Hari ini kalau tidak di bongkar sama pedagang, kita sendiri yang akan turun untuk membongkarnya,” ujarnya.

Sementara puluhan pedagang tampak sedang berdiskusi setelah mendengar kalau hari itu mereka harus membongkar lapak mereka. Di sekitaran Lapangan Haji Adam Malik ada 50 lebih lapak pedagang yang dipasangi stand di atas trotoar. Mereka menjual berbagai jenis usaha. Ada pakaian, sepatu hingga jajanan anak-anak.

Pedagang yang berjualan di sana datang dari berbagai wilayah seperti Medan, Padang, Jambi, bahkan ada dari Pulau Jawa.

Terpisah, Sekretaris Satpol PP Sugiarto membenarkan adanya pembongkaran bazar tersebut.

Pihaknya akan membongkar stand-stand yang berdiri di atas trotoar sekitaran Lapangan Haji Adam Malik yang telah menyalahi aturan.

“Hari ini kita akan melakukan pembongkaran. Ini kita lakukan rekomendasi dari Sekda sendiri. Semalam kita sudah melakukan pembicaraan dengan panitia atas nama Ivan, agar hari ini membongkar stan-stan itu,” ujarnya.

Sugiarto menambahkan, perihal kemana pedagang-pedagang tersebut dipindahkan, hal itu bukanlah wewenang mereka.

“Kita tidak ada membahas itu dengan panitia. Yang kita minta adalah panitia mencari solusi kepada para pedangang,” sebutnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kusdianto yang juga menjabat sebagai PLH Sekretaris Daerah (Sekda) Siantar. ia mengatakan, keberadaan bazar tersebut sudah menyalahi perda.

“Untuk lapangan Adam Malik, kami suda melarang. Sesuai perda, bazar tidak boleh ada di sana. Kalau di atas trotoar, itu bukan kewenangan kami lagi. Tetapi harus ada izin dari Polres. Lebih tepatnya coba ditemui IO dan panitianya,” ujarnya singkat melalui pesan WA.

Sebelumnya, KBO Intelkam Polres Siantar Iptu Suparman mengatakan izin keramaian tersebut telah mereka terbitkan.

“Cobalah konfirmasi sama panitianya biar lebih jelas,” katanya singkat.

Amatan wartawan, Kamis (7/11/2019) Satpol PP dengan Dishub akan menertibkan puluhan lapak jualan yang ada di atas trotoar sekitaran Lapangan Haji Adam Malik.

Selain menyalahi aturan yang diketahui tidak memiliki ijin, puluhan lapak jualan itu dinilai akan mengganggu upacara hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November mendatang. (Mag-04/des)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close