Berita

Bawaslu Terus Dalami Kasus 7 Anak Mencoblos

FaseBerita.ID – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Mandailing Natal masih akan melakukan pendalaman setelah diamankannya 7 anak bawah umur yang melakukan pencoblosan di TPS 14 Mompang, Kecamatan Panyabungan Utara pada Rabu (17/4) lalu.

Menurut Ketua Bawaslu Madina, Joko Arif Budiono, ketujuh anak yang diamankan Tim Gakkumdu pada hari pencoblosan kemarin telah dipulangkan. Dan ketujuhnya didampingi orangtua pada saat pemeriksaan.

“Itu sudah dipulangkan. Kemarin lama karena menunggu orangtuanya masing-masing. Karena anak itu, kita harus menyertakan orangtuanya,” kata Joko, melalui sambungan selular pada Kamis (18/4) kemarin.

Bawaslu belum bersedia membuka hasil pemeriksaan. Sebab katanya, mereka memiliki kode etik. Tidak bisa membuka hasil pemeriksaan sebelum seluruh proses dirampungkan.

“Hasil pemeriksaan belum bisa dibuka. Secara umum, (kasus) itu benar mereka telah melakukan pencoblosan dan kita masih melakukan investigasi,” katanya.

Disinggung adanya pengarahan oleh salahsatu oknum Calon Legislatif DPRD tingkat II, Joko enggan menegaskannya. Hanya saja kata dia, anak-anak yang telah melakukan pencoblosan itu menerima surat undangan model C6 milik orang lain.

“Itu diarahkan, belum bisa kita bilang,” sahutnya.

Sementara dalam tahapan pemilu, di hari pencoblosan. Katanya, di seluruh Madina banyak pelanggaran terjadi. Namun itu sekadar bersifat administratif. Termasuk, ukuran TPS yang kurang memadai. Atau KPPS tidak mengarahkan DPK, sehingga pengguna hak suara yang menggunakan KTP, banyak yang tidak bisa menyalurkan hak suaranya.

Sementara salahsatu orangtua pelaku anak, IA kepada wartawan mengatakan bila anaknya disuruh oleh salahsatu Caleg di Dapil V DPRD Madina itu dengan imbalan untuk menggunakan suara untuk oknum Caleg. Ia pun enggan membeberkan lebih jauh tentang Caleg.

Dalam kasus ini, diduga petugas KPPS pun memiliki keterlibatan dalam melanggengkan masuknya anak-anak ke TPS untuk menggunakan suara. Jika pelanggaran pemilu ini terbukti, oknum caleg terancam didiskualifikasi. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button