Berita

Bawaslu Temukan Pelibatan Anak dalam Kampanye Terbuka

FaseBerita.ID – Bawaslu masih menemukan adanya pelibatan anak-anak dalam kampanye terbuka pemilu 2019. Padahal menurut undang-undang, anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam kegiatan politik praktis, termasuk kampanye terbuka.

“Hasil pengawasan di lapangan memang yang paling dominan ditemukan kampanye, rapat umum, itu pelibatan anak-anak,” kata anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo saat dikonfirmasi, Senin (8/4).

Bawaslu menyebut, mayoritas anak-anak dibawa ke lokasi kampanye oleh orang tuanya lantaran tak ada yang menjaga di rumah. Meski ada temuan pelibatan anak-anak, namun tidak ada unsur pelanggaran yang ditemukan.

“Jadi, itu sudah hasil pengawasan, karena ditindaklanjuti tidak ada unsur pelanggaran,” jelas Ratna.

Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tidak disebutkan secara rinci soal larangan membawa anak-anak dalam kegiatan kampanye. Namun, larangan ini diatur dalam Pasal 15 dan Pasal 76 H Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Pasal 15 UU Perlindungan Anak menyebutkan, setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.

Sementara, Pasal 76 H menyatakan, setiap orang dilarang merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer dan atau lainnya dan membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa.

Untuk diketahui, masa kampanye terbuka dimulai sejak 24 Maret 2019. Kampanye terbuka akan berakhir pada 13 April 2019 bersamaan dengan penutupan masa kampanye secara keseluruhan.

Kemudian pada 14 sampai 16 April 2019 merupakan masa tenang. Sementara, 17 April 2019 adalah hari pemungutan suara serentak yang dilanjutkan dengan penghitungan suara. (jpg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button