Berita

Bawaslu Paluta Paparkan Pelanggaran Pemilu

PALUTA, FaseBerita.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tangani enam kasus pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

Hal itu disampikan Ketua Bawaslu Paluta, Panggaben Hasibuan didampingi Komisioner Mus Muliadi Siregar dan Rizky Atia Arfa Hasibuan saat melakukan konfrensi pers, Senin (29/4) bertempat ruang sidang penangan pelanggaran Pemilu kantor Bawaslu.

Gabe Hasibuan menyampaikan, selama proses pelaksanaan pemilihan umum di Kabupaten Paluta, pihak Bawaslu menemukan sebanyak 5 pelanggaran pemilu dan 1 laporan. “Kita menangani sebanyak 6 kasus pelanggaran Pemilu,” kata Gabe.

Adapun kasus pelanggaran yang ditangani Bawaslu Paluta dan sentra Gakkumdu yakni, pelanggaran Pemilu ditemukannya buku Yasin yang membuat nama caleg, nomor urut dan gambar partai yang diduga melabggar leraturan perundang-undangan pemilu pada tanggal 23 November 2018.

Pelanggaran pemilu di Desa Batang Pane, Kecamatan Halongonan Timur tanggal 2 Januari 2019. Seorang caleg dari partai Gerindra nomor urut 4 membuat pernyataan 5 poin janji yang salah satunya menjanjikan uang kepada pemilih yang ditanda tangani Kepala desa dan BPD serta perangkat desa lainnya.

Kemudian, temuan pelanggaran pemilu tanggal 17 April 2019 di desa Hasahatan, Kecamatan Dolok Sigompulon, terjadi perusakan kursi dan membalikkan meja TPS 1 di desa Hasahatan dan pembakaran tali plastik pembatas TPS dan spanduk pengenal TPS.

Tanggal 15 April 2019 terjadi pelanggaran pemilu di TPS 6 Desa Sipaho, Kecamatan Halongonan. Adanya aduan masyarakat masyarakat kepada call center Bawaslu Provinsi Sumut yang kemudian disampaikan kepada Bawaslu Kabupaten Paluta.

Dan terakhir, tanggal 17 April 2019 kasus laporan pelanggaran di TPS 1 desa Nabonggal Kecamatan Padang Bolak. Adanya seorang masyarakat mengaku tidak mencoblos ditempat ia terdaftar DPT, tetapi surat suara yang seharusnya sisa atau tidak terpakai menjadi terpakai. (ais)

iklan usi



Back to top button