Berita

Bawaslu Kabulkan Gugatan Idris-Imran: Begini Reaksi KPU Madina

FaseBerita.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memutuskan perkara gugatan bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Idris Lubis-Imran Khaitami Daulay dengan tergugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madina, Sabtu (14/3).

Dalam putusannya, Bawaslu mengabulkan sebagian permohonan penggugat yaitu Idris-Imran, dan menolak selebihnya.

Bawaslu membatalkan berita acara pengecekan syarat minimal dukungan bakal Paslon Idris-Imran dan memerintahkan KPU Madina untuk melakukan pengecekan ulang pemenuhan jumlah dukungan dan sebaran dukungan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 (BA.1-KWK Perseorangan).

“Perkaranya sudah selesai, termohon (KPU) diminta untuk melakukan proses pengecekan kembali syarat dukungan bakal Paslon Idris-Imran, dan menerbitkan kembali berita acara,” kata komisioner Bawaslu Madina, Ali Aga Hasibuan, Sabtu malam usai musyawarah penyelesaian sengketa tersebut selesai.

Tiga hari (hari kerja) setelah putusan tersebut, kata Ali Aga, KPU sudah harus melakukan pengecekan ulang dokumen syarat jumlah dukungan dan sebarannya.

Menanggapi putusan Bawaslu Madina tersebut, Ketua KPU Kabupaten Madina Fadhillah Syarif SH yang ditemui di kantornya, Minggu (15/3) mengatakan, KPU Madina akan melaksanakan putusan dan perintah Bawaslu Kabupaten Madina tersebut.

“Pada prinsipnya kami menerima dan akan melaksanakan putusan Bawaslu Madina. Kami akan melakukan pengecekan ulang syarat jumlah dukungan bakal Paslon Muhammad Idris Lubis-Imran Khaitami Daulay sesuai dengan regulasi yang ada,” kata Syarif.

Ia mengatakan, putusan Bawaslu tersebut akan mereka laksanakan sesuai ketentuan yang ada, yaitu paling lama tiga hari kerja setelah putusan. Dan, setelah dilakukan pengecekan, KPU nantinya kembali akan mengeluarkan berita acara.

“Paling lama hari Rabu sudah kami laksanakan, pengecekan ulang, prosesnya dilakukan di KPU. Kita lakukan prosesnya nanti semaksimal mungkin. Hasilnya nanti kita buat berita acara lagi. Kalau hasilnya nanti memenuhi syarat, maka kita akan lanjutkan ke tahapan selanjutnya. Begitu juga sebaliknya, kalau tidak terpenuhi, kembali ke yang tadi, tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Syarif menegaskan, KPU Madina dalam menjalankan tugas dan tahapan sesuai regulasi yang ada. Ia memastikan semua tahapan mereka laksanakan tanpa ada tekanan dan intervensi apapun.

“Kami menjalankan semua berdasarkan regulasi yang ada. Kami tidak takut intervensi atau penekanan apapun. Semua tahapan kita lakukan secara fair,” tegasnya.

Dapat diketahui, syarat jumlah minimal dukungan bakal pasangan calon perseorangan untuk Kabupaten Madina adalah 25.281 dukungan yang tersebar di minimal 12 Kecamatan. Sementara jumlah dukungan yang diserahkan oleh Bapaslon ldris-lmran adalah sebanyak 25.942 dukungan dengan jumlah sebaran di 23 Kecamatan.

Setelah dilakukan pengecekan, jumlah dukungan yang memenuhi syarat adalah sebanyak 23.514 dukungan.

Dengan begitu, jumlah dukungan Tidak Memenuhi Syarat yang diserahkan oleh Bakal paslon Idris-lmran adalah sebanyak 2.428 dukungan, sehingga KPU menetapkan menolak berkas dokumen dukungan. (wan)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button