Berita

Bawaslu Imbau Kepala Daerah Tak Lakukan Mutasi Jelang Pilkada 2020

FaseBerita.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengimbau jajaran kepala daerah agar tidak melakukan mutasi sebelum terlaksananya Pilkada 2020. Bawaslu pun telah melayangkan surat kepada seluruh jajaran kepala daerah untuk tidak melakukan hal tersebut.

Aturan ini tertuang dalam pasal 71 ayat (2) Undang-Undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016. Dalam pasal 190, tertuang pejabat atau kepala daerah melakukan mutasi dapat dikenakan sanksi berupa pidana satu bulan penjara dan maksimal enam bulan penjara atau denda sebesar Rp 600.000 hingga Rp 6.000.000.

“Kemarin sudah melakukan upaya pencegahan dengan mengirim surat ke seluruh daerah, walikota dan gubernur untuk tidak melakukan mutasi pejabat. Batas akhirnya pada 8 Januari, karena dilarang itu enam bulan sebelum penetapan calon,” kata Ketua Bawaslu, Abhan di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Jumat (17/1).

Langkah ini ditempuh tidak lain untuk menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi Pilkada 2020. Upaya ini merupakan salah satu langkah menyikapi kesiapan Pilkada.

“Terkait upaya-upaya pencegahan yang kami lakukan soal netralitas ASN dan netralitas pejabat di daerah,” tegas Abhan.

Senada juga disampaikan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar. Pihaknya menyambut baik langkah Bawaslu yang melarang mutasi terhadap kepala daerah.

“Prinsip kementerian dalam negeri akan selalu mendukung, bagaimana untuk mendkung bagaimana kinerja Bawaslu termasuk di daerah,” terang Bahtiar.

Bahtiar pun memastikan, Kemendagri telah siap untuk melaksanakan Pilkada 2020 pada 270 daerah. Kesiapan itu tidak lain telah dibangun oleh Kemendagri dan penyelenggara Pemilu yakni KPU dan Bawaslu.

“Bawaslu sudah rencana dan konsolidasi regional jadi prinsip pemerintah dan penyelenggara sangat siap untuk menyelenggarakan Pemilu serentak 2020 yang insyallah akan berlangsung lancar dan damai,” tukas Bahtiar. (JP)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker