Berita

Batas Akhir Pembayaran Program Hibah Air Minum

SIANTAR, FaseBerita.ID – Besok, Jumat (27/9/2019) pukul 16.30 WIB merupakan batas akhir (deadline) pembayaran pemasangan sambungan rumah Program Hibah Air Minum Perkotaan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtauli Pematangsiantar. Masyarakat yang sudah terdaftar dalam base line program Hibah Air Minum Perkotaan dan sudah menerima panggilan diminta segera datang ke kantor PDAM Tirtauli dan menyelesaikan biaya administrasi.

“Kami kasih waktu sampai 27 September 2019 pukul 16.30 WIB untuk menyelesaikan administrasi. Jika hingga waktu tersebut tidak dibayarkan, maka penerima program hibah air minum dinyatakan batal,” terang Humas PDAM Tirtauli Pematangsiantar Rosliana Sitanggang, Rabu (25/9/2019).

Menurut Rosliana, program pemerintah ini jika tidak dimanfaatkan masyarakat, khususnya mereka yang sudah terdaftar, sangat disayangkan.

“Makanya kita imbau supaya secepatnya menyelesaikan administrasi. Jangan sampai lewat waktu yang sudah ditetapkan,” katanya.

Hibah Air Minum Perkotaan ini merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bersama pemerintah daerah, Kementerian PUPR terus meningkatkan akses air bersih dan sanitasi kepada masyarakat.

Dalam APBN 2019, Kementerian PUPR melanjutkan Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Pedesaan dengan anggaran Rp850 miliar.  Anggaran terbagi untuk perkotaan Rp700 miliar dengan target 230 ribu Sambungan Rumah (SR) dan pedesaan senilai Rp150 miliar dengan target 75 ribu SR.

“Pertambahan jumlah penduduk terutama di perkotaan, mengakibatkan kebutuhan prasarana air bersih dan sanitasi juga meningkat. Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Pedesaan merupakan upaya pemerintah meningkatkan akses aman air bersih di Indonesia yang saat ini baru mencapai 72 persen,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/11/2018) lalu.

Program hibah air minum yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010-2018 telah menambah akses air bersih sebanyak 1,2 juta SR dengan jumlah penerima manfaat 6,1 juta jiwa yang tersebar di 232 kota/kabupaten di 32 provinsi.

Pendanaan program ini sejak tahun 2010-2016 berasal dari pinjaman Pemerintah Australia sebesar Rp1,07 triliun. Kemudian  dilanjutkan tahun 2015-2018 dengan pendanaan dari APBN Murni senilai Rp2,34 triliun.

“Kita tidak hanya melihat target sebagai angka saja. Ketersediaan air bersih dan sanitasi sebagai kebutuhan dasar adalah tanggung jawab kita bersama agar generasi muda kita mendapat kebutuhan dasar tersebut,” tambah Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga pada acara Lokakarya Peminatan Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2019 yang dihadiri sejumlah walikota dan bupati beberapa waktu lalu.

Program hibah air minum diberikan melalui mekanisme, di mana pemerintah daerah membiayai terlebih dahulu investasi jaringan perpipaan hingga ke SR MBR. Setelah dilakukan verifikasi, maka pemerintah pusat mengganti biaya yang dikeluarkan pemerintah daerah.

Besaran nilai hibah yang diterima pemerintah daerah sekitar Rp2 juta per SR untuk pemasangan 1-1.000 SR pertama dan akan meningkat Rp3 juta untuk sambungan ke 1.001 dan seterusnya. Melalui hibah tersebut, masyarakat akan menikmati keuntungan membayar biaya SR yang lebih murah dari biaya pemasangan SR regular, bahkan bebas biaya. (pra/int)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker