Berita

Baru Saja Bebas, Napi Berulah Lagi

Dapat Asimilasi Covid-19 Minggu Lalu

FaseBerita.ID – Nasib naas dialami Rencus Anju Pardede (28), seorang narapidana yang bebas mendapatkan status asimilasi virus corona atau Covid-19. Napi tersebut menjadi bulan-bulanan warga yang memergokinya hendak mencuri Handphone hingga akhirnya berhasil dievakuasi petugas.

Meski sudah bertahun-tahun menjalani hukuman di rutan, namun hal itu tidak membuat Rencus Anju Pardede, warga Jalan SKI, Kelurahan Aeknauli, Kecamatan Siantar Selatan, jera.

Dia kembali berulah, Senin (13/4) sekira pukul 13.00 WIB. Namun, kali ini dia beraksi dengan teman sekampungnya Sahat Siahaan (27). Beruntung aksi keduanya keburu diketahui, dan keduanya langsung diamuk massa di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Rencus sendiri baru saja dibebaskan pihak Lapas Pematang Siantar, karena ia mendapat asimilasi berkat Covid-19 minggu lalu.

Informasi dihimpun, keduanya dihakimi warga hingga babak belur dikarenakan nekat mencuri satu unit HP Android milik Siti (26) warga Jalan Bali, Kota Pematang Siantar.

Saat diwawacarai wartawan, Rencus mengakui jika dirinya baru satu Minggu menghirup udara segar setelah mendapat Asimilasi dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas), Kota Pematang Siantar, dalam rangka pencegahan peredaran Covid-19 yang mengguncang dunia.

“Aku baru satu Minggu bang bebas. Aku dulu terpidana selama dua tahun kasus 363 tentang pembongkaran rumah,” ujar Rencus.

Sementara itu Sahat Siahaan, mengakui bahwa dirinya baru saja bereaksi dan tak pernah terpidana sebelumnya.

Terpisah, Siti (korban, red) menyebut, awalnya ia bersama temannya datang dari Jalan Sisingamangaraja (USI) dengan mengendarai satu unit sepeda jenis matic, dimana keduanya baru saja mengikuti rapat Guru.

Keduanya tiba-tiba diikuti oleh kedua pelaku dan menarik HP Android dari kantong sebelah kirinya. Melihat aksi kedua pelaku, korban melakukan perlawanan dan langsung mengejar pelaku.

“Kami kejar mereka sembari meneriaki maling. Melihat hal itu, warga setempat pun ikut mengejar hingga keduanya diamankan,” ujar Siti dan rekannya ditemui di Polsek Siantar Martoba.

Pantauan wartawan, di tempat kejadian perkara (TKP-red), puluhan warga berkerumun menyaksikan kejadian itu. Amarah warga sempat memuncak hingga kedua pelaku babak belur dimassa. Beruntung Personel Polsek Siantar Martoba segera tiba di lokasi dan mengamankan kedua tersangka.

Kapolsek Siantar Martoba AKP Resbon Gultum membenarkan adanya penangkapan itu.

“Ia benar, tersangka masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Sementara Kabag Humas Lembaga Permasyarakatan (Lapas-red) Iras Silalahi, Senin (13/04) membenarkan kalau Rencus Anju Pardede adalah salahsatu napi yang baru saja mendapat asimilasi Covid-19.

“Di siantar sendiri ada 240 narapidana yang emndapat asimilasi atau dirumahkan. Para napi ini bukanlah bebas. Tetapi mereka menyelesaikan masa tahanannya di rumah masing-masing bersama dengan keluarganya. Mereka yang ebbas itu umumnya yang telah menjalani hukuman 2/3 dari lama vonis hukuman,” beber Iras Silalahi.

Namun, katanya, untuk napi yang kembali berulah, pihaknya akan mencabut surat asimilasinya. “Kita cabut nanti surat asimilasinya itu,” ujarnya.

Perbuatan pelaku langsung dihujat masyarakat banyak. Apalagi setelah mengetahui bahwa salahsatu pelaku baru saja mendapat asimilasi dari pemerintah.

“Tidak tau diri itu. Sudah dikasih kesempatan menghirup udara segar, malah berulah lagi,” ujar Naomi Putri Siregar (30).

Naomi bersama beberapa warga lainnya justru merasa khawatir dengan bebasnya sejumlah napi baru-baru ini. Mereka takut angka kejahatan semakin meningkat di Kota Pematangsiantar.

“Makin banyak lah bang penjahat itu. Maunya jangan dibebaskan kian. Tapi gimanalah, kondisi yang buat,” sebut Naomi. (Mag-03)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker